Connect with us

RAGAM

Masjid Krukut: Saksi Bisu Akulturasi Tionghoa-Muslim yang Kini Hilang Ditelan Zaman

Aktualitas.id -

Masjid Jami’ Al-Mubarak, Foto: Ist

AKTUALITAS.ID – Di tengah hiruk pikuk kawasan Krukut, Jakarta Barat, berdiri megah Masjid Jami’ Al-Mubarak. Siapa sangka, di balik arsitekturnya yang modern, tersimpan jejak sejarah penting yang menghubungkan masjid ini dengan komunitas Muslim Tionghoa di Batavia pada masa lampau.

Dibangun setelah tahun 1785 di atas lahan seluas 1.000 meter persegi yang dulunya dikenal sebagai Cobong Baru, Masjid Krukut menjadi saksi bisu peran kaum peranakan Tionghoa dalam perkembangan Islam di Batavia. Izin pendirian masjid ini diberikan oleh Gubernur Jenderal Willem Arnold Alting kepada seorang Kapitan Cina peranakan Muslim bernama Tamien Dosol Seeng.

Sayangnya, salah satu artefak berharga dari masa awal masjid ini, sebuah mimbar kayu dengan ukiran khas Tionghoa yang dianggap sebagai mahakarya seni, kini raib tak berbekas. Mimbar tersebut sempat dilapisi cat perak tebal pada tahun 1975 yang justru merusak keindahan ukirannya, sebelum akhirnya menghilang tanpa jejak.

Pada tahun 1994, masjid ini mengalami perombakan total dan diperluas melalui wakaf dari Syech Abdul Khaliq A Bakhsh yang pelaksanaannya dilakukan oleh Abdul Malik Muhammad Aliun. Perubahan ini membuat Masjid Krukut masa kini nyaris tak lagi menampakkan ciri arsitektur Tionghoa, berbeda dengan Masjid Kebon Jeruk dan Masjid Tambora yang juga didirikan oleh komunitas Muslim Tionghoa di Batavia.

Meskipun demikian, jejak sejarah masjid ini masih dapat ditemukan pada sebuah plakat marmer di teras masjid. Plakat tersebut memuat tulisan dalam huruf Arab dan huruf Latin berbahasa Indonesia yang meresmikan masjid setelah renovasi pada tahun 1994, dengan tanda tangan Duta Besar Saudi Arabia dan penyumbang wakaf.

Kini, kawasan Krukut lebih dikenal sebagai permukiman etnis Arab, bahkan populer dengan sebutan “Arab Krukut.” Pengurus Masjid Jami’ Al-Mubarak pun memastikan tidak ada lagi artefak asli dari bangunan sebelum tahun 1994 yang tersisa.

Kendati demikian, Masjid Jami’ Al-Mubarak Krukut tetap menjadi pusat kegiatan keagamaan yang ramai. Selain dipenuhi jamaah untuk sholat, masjid ini juga aktif mengadakan kajian rutin, pembagian sembako, serta berbagai kegiatan ibadah lainnya, terutama di bulan Ramadan. Kisah Masjid Krukut menjadi pengingat akan keberagaman dan harmoni etnis yang telah terjalin sejak lama di Jakarta, dengan kontribusi signifikan dari komunitas Muslim Tionghoa Batavia. (Mun/Ari Wibowo)

TRENDING