NUSANTARA
Selama Nyepi Berlangsung, Ratusan Pecalang Desa Adat Tuban Berpatroli
AKTUALITAS.ID – Suasana sepi menyelimuti Tuban, Bali, tanpa ada deru kendaraan bermotor, dan suara manusia. Semua orang berdiam diri di rumah masing-masing maupun di tempat-tempat penginapan selama Hari Raya Nyepi.
Sebanyak 133 orang pecalang Desa Adat Tuban diterjunkan untuk melakukan pengamanan selama pelaksanaan Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1948.
Mereka bertugas menjaga ketertiban dan memastikan masyarakat mematuhi aturan Nyepi dengan tidak beraktivitas di luar rumah.
Sekretaris Desa Adat Tuban I Gede Agus Suyasa mengatakan para pecalang dibagi dalam dua shift untuk menjalankan tugas selama 24 jam penuh.
Selain itu, mulai pukul 18.00 Wita, pengamanan juga akan mendapat dukungan dari unsur kedinasan.
“Kurang lebih ada 133 pecalang dengan dua shift, dan mereka bertugas selama 24 jam penuh. Kami juga didukung oleh Bakamda (Bantuan Keamanan Desa Adat) dari kedinasan,” ujarnya Kamis (19/3/2026).
Untuk memperkuat pengawasan, Desa Adat Tuban telah menyiapkan 14 pos penjagaan yang tersebar di seluruh wilayah.
Setiap pos diisi sekitar enam pecalang guna memastikan pengawasan berjalan maksimal.
“Di Tuban kami membuat 14 pos, dan di setiap wilayah sudah diisi kurang lebih enam pecalang,” katanya.
Ia menjelaskan, patroli yang dilakukan bertujuan untuk mengecek kesiapan petugas di masing-masing pos sekaligus memantau kegiatan yang dilakukan selama Nyepi berlangsung.
Selain itu, pecalang juga mengedepankan pendekatan edukatif dan persuasif kepada masyarakat agar tetap berada di dalam rumah dan tidak berkeliaran di jalan.
“Kami memastikan secara edukatif dan persuasif agar masyarakat tidak keluar dari rumah dan tidak berkeliaran di jalan,” jelasnya.
Hingga pagi hari, pihaknya mengaku belum menemukan adanya masyarakat yang melanggar aturan Nyepi.
Hal ini menunjukkan tingkat kesadaran dan kedisiplinan warga Desa Adat Tuban yang dinilai sudah sangat baik.
“Belum ada temuan masyarakat yang berkeliaran. Kami yakin masyarakat sudah sangat tertib mengikuti imbauan dari bendesa dan pecalang,” tambahnya.
Meski demikian, terdapat satu kejadian darurat terkait warga yang sakit dan telah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Terkait wisatawan, ia memastikan seluruh tamu yang menginap di hotel juga mematuhi aturan Nyepi.
Hal ini berkat kerja sama yang baik antara pihak desa adat dengan manajemen hotel.
“Kami sudah bekerja sama dengan pihak hotel, sehingga manajemen sudah mengingatkan para tamunya untuk tetap tertib dan tinggal di hotel masing-masing,” pungkasnya.
(Purnomo/goeh)
-
RIAU06/08/2026 18:15 WIBMerawat Pesisir di Rupat, Ekspedisi Merah Putih Polda Riau Bantu Nelayan dan Tanam 1.000 Mangrove
-
POLITIK06/08/2026 17:00 WIBMardani Nilai Oposisi dan Koalisi Sama-Sama Terhormat
-
NUSANTARA06/08/2026 13:30 WIBOknum Polisi Bunuh Lansia Usai Pinjaman Rp50 Juta Ditolak
-
NASIONAL06/08/2026 14:00 WIBSETARA Desak Prabowo Copot Kasus Febrie dari Kejagung
-
NUSANTARA06/08/2026 12:30 WIBDua Pendaki Tewas di Tebing Curam Gunung Piramid
-
DUNIA06/08/2026 18:00 WIBNetanyahu: Serang Iran Tak Butuh Restu Washington
-
EKBIS06/08/2026 20:00 WIBAirlangga Pastikan Pertalite Tak Naik hingga Akhir 2026
-
DUNIA06/08/2026 21:00 WIBRudal Rusia Tewaskan Belasan Orang di Kyiv

















