RAGAM
Jelang Lebaran, Penjualan Pisang Gulung Wijen Jajanan Magetan Meningkat
AKTUALITAS.ID – Seiring tingginya permintaan konsumen selama bulan Ramadhan dan menjelang Lebaran 2026, penjualan pisang gulung wijen yang merupakan jajanan khas Kabupaten Magetan, Jawa Timur, meningkat signifikan.
Pemilik UMKM jajanan pisang gulung wijen “Berkah Ridho”, Lili Rusmiata, mengatakan penjualan meningkat tajam karena banyak masyarakat yang membeli untuk sajian berbuka puasa maupun oleh-oleh Lebaran.
“Alhamdulillah ada kenaikan sekitar 40 persen untuk beberapa produk unggulan, utamanya pisang gulung wijen,” ujar Lili di Desa Milangasri, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Minggu (15/3/2026).
Menurutnya, penjualan paling banyak adalah pesanan dari daring maupun toko oleh-oleh di wilayah Magetan dan sekitarnya. Namun, ada juga pesanan dari teman untuk sajian buka puasa.
Ia mengaku, dalam kondisi normal produksinya sehari bisa mencapai 1.000 hingga 1.500 pak dari berbagai produk camilan. Jika dihitung dalam sebulan, jumlah produksi bisa mencapai sekitar 45.000 pak.
Selain pisang gulung wijen yang menjadi andalan, ia juga memproduksi kacang gulung wijen, kacang caramel, dan pisang caramel.
Khusus di bulan Ramadhan Lili dan pegawainya juga memproduksi berbagai jenis kue kering, seperti nastar nanas, nastar kurma, kastengel, dan coklat mente. Meski bahan baku mengalami kenaikan harga, Lili tetap menjaga harga produknya agar tetap terjangkau.
“Untuk pisang karamel misalnya masih di kisaran Rp9 ribu sampai Rp10 ribu per pak. Kita tidak berani menaikkan harga meski sejumlah bahan pokok naik. Untung sedikit tidak apa apa yang penting usaha lancar,” katanya.
Usaha yang telah digeluti sejak tahun 2014 tersebut menggunakan bahan baku pisang Raja Nangka yang memiliki rasa manis dan tekstur yang cocok untuk digoreng.
Pisang tersebut didatangkan dari daerah Lamongan dan Boyolali yang rutin dikirim ke Magetan. Dalam satu minggu, kebutuhan pisang bisa mencapai sekitar 1,5 ton.
“Kalau dari Magetan ada, tapi jumlahnya terbatas. Makanya kita ambil dari Lamongan dan Boyolali,” katanya.
Untuk membantu proses produksi, UMKM Berkah Ridho telah memiliki pegawai sebanyak 25 orang. Mereka kebanyakan merupakan warga desa sekitar.
“Sekarang ada penambahan karyawan musiman. Total saat ini ada sekitar 25 orang yang membantu produksi,” katanya.
Pihaknya ingin agar usaha kecilnya tersebut semakin berkembang. Ia berharap suatu saat bisa membangun tempat produksi yang lebih luas sekaligus membuka peluang wisata kuliner berbasis UMKM.
“Harapannya usaha semakin lancar, bisa membangun tempat produksi yang lebih besar, dan mungkin nanti bisa dikunjungi wisatawan,” kata dia.
(Yan Kusuma/goeh)
-
FOTO15/03/2026 02:42 WIBFOTO: Nurani Astra Serahkan 20 Unit Ambulans untuk Penanganan Bencana Aceh dan Sumatra
-
OASE15/03/2026 05:00 WIBSurah Quraysh dan Pesan Keimanan bagi Umat Islam
-
DUNIA15/03/2026 08:00 WIBDrone Murah Iran Bikin AS dan Israel Kewalahan
-
NASIONAL15/03/2026 10:00 WIBPrabowo Ajak Masyarakat Tetap Tenang Hadapi Krisis Dunia
-
JABODETABEK15/03/2026 10:30 WIBPolres Jaksel Tangkap Penjual Tramadol Berkedok Kosmetik
-
NASIONAL15/03/2026 18:30 WIBKPK Cetak “Hattrick”, Alarm Darurat di Jawa Tengah
-
POLITIK15/03/2026 09:00 WIBPSI Dorong Sistem Faction Threshold di DPR
-
JABODETABEK15/03/2026 05:30 WIBCuaca Jabodetabek Didominasi Cerah Berawan Hari Ini

















