POLITIK
Solid atau Sinyal Khusus? Golkar Ungkap Makna Permintaan Prabowo ke Menteri
AKTUALITAS.ID – Permintaan Presiden terpilih Prabowo Subianto kepada para menterinya untuk “merapatkan barisan” memicu berbagai spekulasi. Sekjen Partai Golkar, Sarmuji, berusaha meredam kekhawatiran dengan menjelaskan bahwa perintah tersebut bukan berarti kabinet saat ini tidak solid.
Sebelumnya, Menko PMK Muhaimin Iskandar mengungkapkan Prabowo menghubunginya melalui telepon, meminta seluruh menteri untuk memperkuat kerja sama. Sarmuji menegaskan, “Sebaiknya dihindari cara berpikir dikotomi; kalau diminta rapatkan barisan berarti enggak solid.”
Menurut Sarmuji, permintaan tersebut adalah hal yang wajar, mengingat tantangan pemerintahan ke depan tidaklah mudah. “Ya memang pada dasarnya dalam kondisi apapun menteri harus dalam barisan yang rapat. Bukan berarti sekarang tidak solid,” ujarnya. “Apalagi tantangan yang dihadapi pemerintah tidak mudah dengan dinamika global yang ada.”
Perintah Prabowo tersebut disampaikan melalui sambungan telepon kepada Cak Imin di tengah acara halalbihalal di rumah dinasnya, Minggu (20/4/2025). “Tadi Pak Presiden juga menelepon saya menyampaikan selamat halal-bihalal hari ini dan meminta kepada sesama Menteri untuk terus merapatkan barisan,” ungkap Cak Imin kepada wartawan.
Prabowo menekankan pentingnya persatuan dan kerja sama yang kuat di antara para menteri untuk menghadapi berbagai tantangan yang akan datang. (Mun/Ari Wibowo)
-
FOTO30/01/2026 20:18 WIBFOTO: Presiden Prabowo Lantik Dewan Energi Nasional di Istana Negara
-
DUNIA30/01/2026 07:30 WIBGarda Revolusi Iran Ditetapkan Sebagai Organisasi Teroris
-
NASIONAL30/01/2026 05:30 WIBGuna Jamin Objektivitas, Kapolresta Sleman di Nonaktifkan
-
NUSANTARA30/01/2026 11:00 WIBSiswa SMA 2 Kudus Diduga Keracunan MBG Masih Jalani Rawat Inap
-
POLITIK30/01/2026 12:45 WIBTrump Ancam Iran, Senator RI Ingatkan Indonesia Jaga Politik Bebas Aktif
-
OASE30/01/2026 05:00 WIBBatas Keharaman Jual Beli Menjelang Shalat Jumat
-
EKBIS30/01/2026 13:00 WIBDirut BEI Mengundurkan Diri
-
POLITIK30/01/2026 14:00 WIBKetua Komisi II DPR Tak Sepakat Usulan Ambang Batas Parlemen Dihapus

















