NASIONAL
Eddy Soeparno dan Purnomo Yusgiantoro Bahas Strategi Energi Terbarukan dan Ekonomi Karbon
AKTUALITAS.ID – Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno melakukan pertemuan dengan Penasehat Khusus Presiden Bidang Energi, Prof Purnomo Yusgiantoro, di Kantor Penasehat Khusus Presiden, Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, Eddy menyampaikan komitmennya untuk mempercepat transisi menuju energi terbarukan dan memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi krisis iklim global.
Eddy menjelaskan bahwa MPR RI saat ini tengah aktif mendorong pemahaman publik melalui program “MPR Goes to Campus” yang bertujuan meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya transisi energi bersih.
“Di MPR kami menginisiasi program MPR Goes to Campus untuk memberikan pemahaman tentang transisi energi guna mencegah dampak krisis iklim. Melalui program ini saya sudah menjangkau 36 universitas di seluruh Indonesia,” ujar Eddy dalam keterangannya, Kamis (30/10/2025).
Menurut Eddy, antusiasme mahasiswa dan Generasi Z terhadap isu lingkungan sangat tinggi, menunjukkan bahwa kesadaran terhadap energi hijau semakin menguat di kalangan muda.
Langkah tersebut sejalan dengan arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan kemandirian dan ketahanan energi nasional sebagai prioritas utama pembangunan. Pemerintah menargetkan Indonesia dapat lepas dari ketergantungan pada energi fosil impor melalui pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT).
“Kami di MPR siap mendukung penuh visi Presiden Prabowo melalui pembentukan regulasi yang pro-iklim, seperti RUU Pengelolaan Perubahan Iklim dan RUU Energi Baru dan Terbarukan (EBET),” jelas Eddy, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN).
Eddy menambahkan bahwa RUU Pengelolaan Perubahan Iklim saat ini telah masuk ke dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2026, seiring dengan komitmen pemerintah menuju Net Zero Emission (NZE) 2060 atau lebih cepat.
Salah satu poin penting dalam pertemuan dengan Purnomo Yusgiantoro adalah pembahasan mengenai potensi besar karbon Indonesia yang kini semakin strategis pasca diterbitkannya Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025 tentang Pengelolaan Karbon Nasional.
“Kami memohon arahan dari Prof Purnomo terkait penguatan ekonomi karbon, baik dari sisi penurunan dan penyerapan emisi, maupun pengembangan bisnis rendah karbon seperti Carbon Capture and Storage (CCS),” kata Eddy.
Dalam kesempatan itu, Purnomo turut didampingi oleh Asisten Khusus Penasehat Presiden Urusan Energi Dr. Suyono Thamrin dan Dr. Ir. Retno Gumilang Dewi.
Pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah konkret memperkuat sinergi antara lembaga legislatif dan eksekutif dalam mewujudkan perekonomian hijau, energi bersih, dan masa depan berkelanjutan bagi Indonesia. (Mun)
-
POLITIK13/02/2026 18:00 WIBGolkar Ungkap Bahlil Tak Berencana Jadi Cawapres 2029
-
POLITIK13/02/2026 17:00 WIBMardiono: PPP Siap Dukung Prabowo di Pilpres 2029
-
RAGAM13/02/2026 18:30 WIBMuhammadiyah dan Pemerintah Berbeda dalam Menetapkan Awal Ramadan
-
NUSANTARA13/02/2026 16:30 WIBKapolrestabes Medan Dalami Kasus Viral Pencuri Diperlakukan Istimewa
-
RAGAM13/02/2026 20:30 WIBPNS Wajib Tahu: Jam Kerja Selama Ramadan 2026
-
NUSANTARA13/02/2026 19:30 WIBGunung Semeru Meletus, Abu Vulkanik Tebal Mengarah ke Utara dan Timur Laut
-
NASIONAL13/02/2026 22:00 WIBWaka MPR Dorong Pengembangan Energi Nuklir demi Ketahanan Energi dan Net Zero 2060
-
DUNIA13/02/2026 19:00 WIBSinyal Perang di Timur Tengah? Trump Ancam Iran dengan ‘Fase Dua’ yang Menghancurkan

















