NASIONAL
Gus Yahya Diminta Mundur: A’wan PBNU Minta Hentikan Manuver yang Tidak Produktif
AKTUALITAS.ID – A’wan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Abdul Muhaimin menyesalkan beredarnya risalah rapat internal yang memuat desakan agar Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, mundur dari jabatannya. Ia menegaskan bahwa dokumen tersebut memang benar adanya, namun seharusnya tidak keluar dari lingkup forum internal organisasi.
“Benar,” ujarnya singkat saat dikonfirmasi media pada Minggu (23/11/2025).
Abdul Muhaimin menyampaikan kekecewaannya lantaran pembahasan internal tersebut justru tersebar luas dan diduga dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk menggalang dukungan. Ia menilai tindakan itu sebagai manuver politik yang tidak semestinya dilakukan dalam tubuh PBNU.
“Yang punya kepentingan itu seperti sedang mengonsolidasikan pendukungnya. Mbok manuver seperti itu dihentikan,” tegasnya.
Abdul mengingatkan bahwa dinamika dan perbedaan pendapat merupakan hal biasa dalam keluarga besar Nahdlatul Ulama. Menurutnya, persoalan internal harus diselesaikan dengan cara yang bijak, sebagaimana sering disampaikan Presiden Keempat RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.
“Di kalangan NU itu kan biasa gegeran (berdebat), tapi nanti hasilnya ger-geran (tertawa bersama). Itu kata Gus Dur,” tuturnya.
Ia berharap seluruh pihak menahan diri dari langkah-langkah yang justru memperkeruh suasana dan mengingkari tradisi penyelesaian masalah secara musyawarah yang telah lama menjadi karakter organisasi NU. (Bowo/Mun)
-
RIAU29/07/2026 00:01 WIBPolisi Tahan Tengku Fauzi dalam Dugaan Kasus Korupsi Anggaran Satpol PP
-
FOTO29/07/2026 17:00 WIBFOTO: Kampanye Pariwisata Malaysia di Rangkaian KAI Commuter
-
POLITIK29/07/2026 11:00 WIBBawaslu: Ancaman Terbesar Pemilu Kini Bukan Lagi di TPS
-
NASIONAL29/07/2026 11:45 WIBOperasi Senyap KPK Berujung Penangkapan Bupati Pemalang
-
NUSANTARA29/07/2026 15:30 WIBBMKG: Gelombang Besar Mengintai Pesisir Indonesia Hingga Akhir Juli
-
DUNIA29/07/2026 12:00 WIBPentagon Akui 624 Tentara AS Terluka akibat Perang Iran
-
EKBIS29/07/2026 09:30 WIBIHSG Rebound ke 6.165
-
POLITIK29/07/2026 10:00 WIBBahlil: Reshuffle Hak Prerogatif Presiden

















