NASIONAL
Gus Yahya Diminta Mundur: A’wan PBNU Minta Hentikan Manuver yang Tidak Produktif
AKTUALITAS.ID – A’wan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Abdul Muhaimin menyesalkan beredarnya risalah rapat internal yang memuat desakan agar Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, mundur dari jabatannya. Ia menegaskan bahwa dokumen tersebut memang benar adanya, namun seharusnya tidak keluar dari lingkup forum internal organisasi.
“Benar,” ujarnya singkat saat dikonfirmasi media pada Minggu (23/11/2025).
Abdul Muhaimin menyampaikan kekecewaannya lantaran pembahasan internal tersebut justru tersebar luas dan diduga dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk menggalang dukungan. Ia menilai tindakan itu sebagai manuver politik yang tidak semestinya dilakukan dalam tubuh PBNU.
“Yang punya kepentingan itu seperti sedang mengonsolidasikan pendukungnya. Mbok manuver seperti itu dihentikan,” tegasnya.
Abdul mengingatkan bahwa dinamika dan perbedaan pendapat merupakan hal biasa dalam keluarga besar Nahdlatul Ulama. Menurutnya, persoalan internal harus diselesaikan dengan cara yang bijak, sebagaimana sering disampaikan Presiden Keempat RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.
“Di kalangan NU itu kan biasa gegeran (berdebat), tapi nanti hasilnya ger-geran (tertawa bersama). Itu kata Gus Dur,” tuturnya.
Ia berharap seluruh pihak menahan diri dari langkah-langkah yang justru memperkeruh suasana dan mengingkari tradisi penyelesaian masalah secara musyawarah yang telah lama menjadi karakter organisasi NU. (Bowo/Mun)
-
DUNIA21/03/2026 00:00 WIBIran Izinkan Tiga Negara ini Melintasi Selat Hormuz
-
FOTO21/03/2026 11:11 WIBFOTO: Warga Gunakan Jalan Kawasan Jatinegara untuk Salat Idulfitri
-
NASIONAL20/03/2026 20:00 WIBMuhammadiyah Serukan Persatuan di Tengah Perbedaan Lebaran
-
Berita20/03/2026 16:30 WIBJadwal Penutupan Jalan Sudirman-Thamrin di Malam Takbiran Lebaran 2026
-
OTOTEK20/03/2026 19:30 WIBCara Bikin Teks Lebaran Warna-Warni di WhatsApp
-
JABODETABEK20/03/2026 20:30 WIBSalah Naik Motor, Pria Mabuk Diamuk Warga di Bogor
-
NASIONAL20/03/2026 22:00 WIBKompolnas Kawal Ketat Transparansi Kasus Air Keras Aktivis KontraS
-
NASIONAL20/03/2026 23:00 WIBDPR Minta Kajian Mendalam Kebijakan WFH Imbas Harga Minyak

















