DUNIA
Situasi Memanas, Lula Kirim Garda Nasional Jaga Perbatasan Brasil-Venezuela di Roraima
AKTUALITAS.ID – Pemerintah Brasil mengerahkan pasukan Pasukan Keamanan Publik Nasional (FNSP) ke perbatasan utara negara itu dengan Venezuela, menyusul operasi militer Amerika Serikat yang menewaskan dan menangkap Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, pekan lalu.
Dalam dekrit resmi yang dikeluarkan pada Kamis (8/1/2026), pemerintah Brasil memutuskan mengirimkan pasukan FNSP ke negara bagian Roraima, terutama di kota Pacaraima dan ibu kota Boa Vista, untuk memperkuat keamanan serta menjaga ketertiban umum dan keselamatan masyarakat serta harta benda.
Langkah ini diambil setelah serangan besar-besaran AS terhadap Venezuela pada Sabtu (3/1/2026) yang melibatkan serangan udara dan penangkapan Maduro dalam sebuah operasi militer yang disebut Washington untuk memberantas narkoterorisme.
Wilayah Roraima dikenal sebagai jalur operasi kelompok bersenjata ilegal serta jaringan narkoba dan tambang ilegal di kedua sisi perbatasan. Keberadaan kelompok seperti First Capital Command (PCC) dan Red Command (CV) menjadi alasan tambahan bagi Brasil untuk memperkuat kontrol keamanan di perbatasan.
Meski penutupan sementara perbatasan dilakukan pada Minggu (4/1) lalu, belum ada laporan signifikan mengenai arus pengungsian massal warga Venezuela ke Brasil meski risiko gangguan keamanan terus menjadi kekhawatiran.
Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva mengecam tindakan Amerika Serikat, menilai operasi militer tersebut telah melampaui batas yang dapat diterima dan mengancam stabilitas kawasan. Brasil sendiri merupakan salah satu negara yang secara tradisional menjalin hubungan diplomatik dengan Venezuela, meskipun hubungan itu sempat tegang menjelang krisis politik dan militer baru-baru ini.
Lula menyatakan bahwa tindakan Washington berpotensi memicu ketegangan baru di kawasan Amerika Latin dan menegaskan pentingnya mempertahankan perdamaian serta kedaulatan negara-negara di wilayah tersebut.
Serangan AS terhadap Venezuela dan penangkapan Maduro juga memicu respons negara lain di kawasan, termasuk Kolombia yang telah menyiagakan ribuan personel di perbatasannya, serta berbagai negara yang mengecam keras intervensi militer Washington, menganggapnya sebagai pelanggaran atas hukum internasional dan kedaulatan nasional.
Sementara itu, setelah penangkapan Maduro, Delcy Rodríguez diangkat sebagai Presiden Sementara Venezuela dalam upaya menjaga kelangsungan pemerintahan negara tersebut meskipun di tengah tekanan militer dan diplomatik besar.
Pengerahan pasukan Brasil ke perbatasan menandai eskalasi baru dalam krisis yang melibatkan tiga negara besar di Amerika – AS, Venezuela dan Brasil – dan memperlihatkan bagaimana dinamika geopolitik serta keamanan regional masih sangat rentan terhadap perubahan cepat di kawasan tersebut. (Mun)
-
POLITIK28/01/2026 11:00 WIBDPP Prima: Ambang Batas 0 Persen Wujud Nyata Demokrasi Pancasila
-
EKBIS28/01/2026 09:30 WIBIHSG Jatuh 6,8% Setelah MSCI Bekukan Kenaikan Bobot Saham Indonesia
-
RAGAM27/01/2026 19:00 WIBTom Cruise Kembali ke AS Usai Beberapa Tahun Tinggal di Inggris
-
JABODETABEK27/01/2026 20:00 WIBPeredaran 27 Kg Sabu dan 5.000 Happy Five Berhasil Diungkap
-
RIAU27/01/2026 20:17 WIBPolda Riau Bangun dan Renovasi 26 Jembatan untuk Keselamatan dan Akses Pendidikan
-
OTOTEK28/01/2026 10:57 WIBBengkel AC Mobil Tangerang Jadi Rujukan Service AC Mobil Innova di Tangerang, Ahli Tangani Sistem Double Blower
-
DUNIA27/01/2026 21:30 WIBRUU Larangan Media Sosial Bagi Anak-anak Disahkan Parlemen Prancis
-
JABODETABEK27/01/2026 23:30 WIB
Akibat Arus Listrik Kapal Nelayan Terbakar

















