DUNIA
Sinyal Perang di Timur Tengah? Trump Ancam Iran dengan ‘Fase Dua’ yang Menghancurkan
AKTUALITAS.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan ultimatum keras kepada Iran terkait program nuklirnya. Trump menegaskan Teheran harus segera mencapai kesepakatan dengan Washington atau menghadapi konsekuensi serius yang ia sebut akan menjadi “trauma besar”.
Dalam pernyataan di Gedung Putih, Kamis (12/2), Trump berharap negosiasi nuklir AS–Iran yang memasuki putaran kedua dapat membuahkan hasil dalam waktu dekat.
“Kita harus mencapai kesepakatan. Jika tidak, akan ada konsekuensi sangat traumatis. Saya tidak mau itu terjadi, tapi kita harus mencapai kesepakatan,” kata Trump kepada wartawan, seperti dikutip Agence France-Presse (AFP).
Trump menegaskan, jika Iran gagal membuat kesepakatan, dampaknya akan sangat berat bagi negara tersebut. Ia juga mengisyaratkan adanya “fase dua” jika jalur diplomasi tidak membuahkan hasil.
“Kita lihat apakah kita bisa mencapai kesepakatan dengan mereka. Jika tidak, kita harus melanjutkan ke fase dua. Fase dua akan sangat sulit bagi mereka,” ujarnya.
Dalam beberapa pekan terakhir, Trump disebut meningkatkan tekanan terhadap Teheran dengan menyiagakan armada perang di sekitar kawasan Iran, bahkan mempertimbangkan pengerahan armada tambahan.
Ia juga kembali mengingatkan soal serangan Washington pada Juni 2025 yang diklaim menghancurkan sejumlah fasilitas dan menewaskan ilmuwan nuklir Iran. Trump menegaskan Iran bisa menghadapi dampak yang lebih besar jika tetap menolak kesepakatan.
Pernyataan ini disampaikan sehari setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berkunjung ke Gedung Putih. Netanyahu disebut mendesak AS mengambil sikap lebih keras terhadap Iran.
Meski demikian, Trump menyatakan masih mengedepankan jalur diplomasi untuk menyelesaikan kebuntuan program nuklir Iran. Ia berharap kesepakatan dapat tercapai dalam waktu sekitar satu bulan ke depan.
Ketegangan antara Washington dan Teheran kembali meningkat, sementara dunia internasional menanti hasil negosiasi yang dinilai krusial bagi stabilitas kawasan Timur Tengah. (Mun)
-
POLITIK12/02/2026 22:30 WIBSekjen PKB: Belum Ada Pembicaraan Bakal Cawapres untuk Prabowo
-
PAPUA TENGAH13/02/2026 14:44 WIBBanyak Warga Mimika Keluhkan Kepesertaan PBI-JK Nonaktif, Ini Penjelasan BPJS
-
NUSANTARA13/02/2026 15:30 WIBWapres Cek Pemberian Subsidi Bahan Pokok di Pasar Badung
-
RAGAM13/02/2026 10:30 WIBNa Willa Ajak Masyarakat Kenang Masa Anak-anak
-
PAPUA TENGAH13/02/2026 08:00 WIBDua Pucuk Senpi Organik Hilang Saat Insiden di Mile 50
-
NASIONAL12/02/2026 23:00 WIBPersiapan Angkutan Lebaran, Kemenhub Periksa Kelaiklautan Kapal Penumpang
-
NUSANTARA13/02/2026 13:47 WIBKemnaker Hadirkan Pelatihan Vokasi Inklusif untuk Disabilitas dan Lansia
-
POLITIK13/02/2026 18:00 WIBGolkar Ungkap Bahlil Tak Berencana Jadi Cawapres 2029

















