DUNIA
CIA Berusaha Merekrut Perwira Militer China dengan Video Propaganda
AKTUALITAS.ID – Badan intelijen Amerika Serikat, Central Intelligence Agency (CIA), secara terbuka merilis video yang ditujukan untuk merekrut perwira militer China sebagai informan. Langkah ini dinilai sebagai upaya agresif Washington dalam memperkuat pengumpulan intelijen terhadap Beijing di tengah meningkatnya rivalitas strategis kedua negara.
Dilansir Reuters, Jumat (13/2/2026), video tersebut menampilkan sosok perwira militer China tingkat menengah yang digambarkan merasa kecewa terhadap sistem internal negaranya. Video berbahasa Mandarin itu diunggah melalui saluran YouTube resmi CIA pada Kamis (12/2) dan menjadi bagian dari kampanye intelijen manusia (human intelligence/HUMINT) yang lebih luas.
Sebelumnya, pada Mei tahun lalu, CIA juga merilis video serupa yang menyasar tokoh-tokoh fiktif dari Partai Komunis China. Dalam tayangan tersebut, CIA memberikan panduan rinci dalam bahasa Mandarin mengenai cara aman menghubungi intelijen Amerika Serikat.
Direktur CIA, John Ratcliffe, menyatakan bahwa kampanye digital lembaganya telah menjangkau jutaan warga China. Ia menegaskan CIA akan terus menawarkan kesempatan kepada pejabat pemerintah China yang ingin “mewujudkan masa depan lebih cerah”.
Langkah ini muncul hanya beberapa pekan setelah dinamika politik di tubuh militer China. Bulan lalu, Kementerian Pertahanan China mengumumkan pemecatan dan penyelidikan terhadap Zhang Youxia, pejabat tinggi di bawah Presiden Xi Jinping dalam Komisi Militer Pusat (CMC). Zhang menjadi salah satu figur militer paling senior yang dicopot dalam beberapa dekade terakhir.
Video CIA tersebut tampaknya berupaya memanfaatkan dampak politik domestik dari kampanye antikorupsi yang berlangsung lama di tubuh militer China, termasuk di jajaran atas Tentara Pembebasan Rakyat (PLA). Dalam narasi video, seorang perwira fiktif menyebut bahwa siapa pun dengan kualitas kepemimpinan akan dicurigai dan dapat dieliminasi.
Seorang pejabat CIA yang enggan disebut namanya mengatakan kepada Reuters bahwa video-video tersebut diyakini mampu menembus sistem sensor internet China atau “Great Firewall” dan menjangkau audiens yang dituju. Menurutnya, kampanye sebelumnya telah menginspirasi munculnya sumber-sumber baru.
Hubungan intelijen antara AS dan China memang telah lama diwarnai ketegangan. CIA disebut tengah berupaya membangun kembali jaringan sumber di China, setelah pada periode 2010–2012 Beijing berhasil membongkar dan melumpuhkan sejumlah jaringan mata-mata Amerika.
Di sisi lain, sejumlah pejabat AS juga menuding badan intelijen China aktif merekrut pegawai pemerintah Amerika, baik yang masih aktif maupun mantan pejabat. Beijing bahkan beberapa kali merilis laporan terkait jaringan mata-mata asing yang diklaim berhasil diungkap.
Langkah CIA merilis video rekrutmen terbuka ini mempertegas babak baru persaingan intelijen antara Washington dan Beijing, yang kini berlangsung tidak hanya secara tertutup, tetapi juga melalui kampanye digital terbuka di ruang publik global. (Mun)
-
PAPUA TENGAH13/02/2026 15:20 WIBPenyerangan dan Pembakaran Fasilitas di Deiyai, Aparat Perketat Pengamanan
-
PAPUA TENGAH13/02/2026 14:44 WIBBanyak Warga Mimika Keluhkan Kepesertaan PBI-JK Nonaktif, Ini Penjelasan BPJS
-
NUSANTARA13/02/2026 15:30 WIBWapres Cek Pemberian Subsidi Bahan Pokok di Pasar Badung
-
DUNIA13/02/2026 10:00 WIBInsiden Penembakan di Sekolah di Thailand, Kepala Sekolah Tewas
-
NASIONAL13/02/2026 14:30 WIBPrabowo Minta Menu MBG Disajikan Hangat
-
OASE13/02/2026 05:00 WIBPersiapan yang Perlu Dilakukan Sebelum Ramadhan
-
RAGAM13/02/2026 10:30 WIBNa Willa Ajak Masyarakat Kenang Masa Anak-anak
-
JABODETABEK13/02/2026 05:30 WIBWaspada Hujan Lebat-Angin Kencang hari ini

















