JABODETABEK
Tangerang Raya Lumpuh Total Dikepung Banjir 1,3 Meter
AKTUALITAS.ID – Wilayah Tangerang Raya meliputi Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dikepung banjir besar pada Minggu (5/4/2026). Ribuan rumah terendam dengan ketinggian air mencapai lebih dari 1 meter akibat curah hujan ekstrem dan kiriman air dari wilayah hulu.
Di Desa Karang Tengah, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, aliran Sungai Cimanceuri yang meluap menyebabkan sedikitnya 500 rumah warga terendam. Aktivitas warga lumpuh total, memaksa ratusan jiwa mengungsi ke masjid-masjid terdekat.
Kondisi serupa terjadi di Kampung Candulan, Kelurahan Petir, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang. Hujan deras sejak Sabtu sore memicu luapan Kali Angke hingga merendam pemukiman di tiga RW. Ketinggian air di lokasi ini dilaporkan sangat mengkhawatirkan, mencapai 60 hingga 130 sentimeter.
“Warga terpaksa mengungsi ke rumah pemotongan hewan hingga masjid. Sebagian yang punya lantai dua memilih bertahan di rumah untuk jaga barang berharga,” lapor tim di lapangan.
Kondisi paling dramatis terlihat di Perumahan Bukit Pamulang Indah (BPI), Pamulang Timur, Tangsel. Akses masuk perumahan terputus total karena air mencapai ketinggian 1 meter.
Dantim SAR Batalyon C Pelopor Sat Brimob Polda Metro Jaya, Ipda Muhammad Adi Mulyono, mengonfirmasi pihaknya telah menerjunkan 13 personel untuk proses evakuasi menggunakan perahu karet.
“Di dalam perumahan air mencapai satu meter. Kami terus patroli dan melakukan evakuasi warga sejak sore,” tegas Ipda Adi Mulyono.
Meski evakuasi terus berjalan, warga mengeluhkan minimnya bantuan armada perahu dari BPBD Kota Tangerang. Hal ini memaksa sejumlah warga nekat menerobos arus banjir yang cukup dalam.
Selain kendala evakuasi, para pengungsi mulai menjerit meminta bantuan logistik. Fitri, salah satu pengungsi, menyebutkan kebutuhan mendesak saat ini adalah makanan dan keperluan bayi.
“Kami butuh popok bayi, pakaian, selimut, dan makanan. Sudah dua hari kami mengungsi karena air kiriman dari Bogor tak kunjung surut,” ungkap Fitri pilu.
Selain logistik, ancaman kesehatan mulai mengintai. Amin, warga terdampak lainnya, melaporkan bahwa pengungsi mulai mengalami gangguan kesehatan.
“Warga butuh bantuan medis. Banyak yang sudah mulai gatal-gatal karena air kotor,” kata Amin.
Hingga berita ini diturunkan, petugas gabungan dari TNI, Polri, dan BPBD masih bersiaga di titik-titik banjir. Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menangani masalah banjir tahunan yang kian parah akibat luapan sungai kiriman ini. (Kusuma/Mun)
-
RIAU28/06/2026 01:10 WIBReplika Wisma Sri Mahkota Jadi Magnet Stand Bengkalis di MTQ Riau 2026
-
OASE28/06/2026 05:00 WIBRasulullah Teladan Akhlak Terbaik
-
RIAU28/06/2026 11:59 WIBBupati Kasmarni Serahkan Piala Bergilir MTQ Riau, Target Bengkalis Rebut Kembali Gelar Juara
-
NASIONAL27/06/2026 18:00 WIBFilipina Pesan Dua Kapal Perang dari PT PAL, Pengamat: Indonesia Makin Diperhitungkan
-
POLITIK27/06/2026 20:00 WIBPRI Perkuat Literasi Digital dan Komunikasi Publik Lewat Sayap Jurnalis dan Influencer
-
EKBIS27/06/2026 22:00 WIBKepastian Hukum Dinilai Penentu Stabilitas Ekonomi Nasional
-
NASIONAL27/06/2026 19:30 WIBKronologi 5 Peserta SPPI Meninggal saat Latsarmil di Sejumlah Daerah
-
NUSANTARA27/06/2026 23:00 WIBTerbesar se-Indonesia, Herman Deru Tetap Minta ABPEDNAS Sumsel Perkuat Pengawasan Desa

















