NUSANTARA
Ngeri! Ombak Ganas Seret 3 Remaja di Cianjur
AKTUALITAS.ID – Niat menghabiskan libur akhir pekan dengan berkemah justru berujung duka yang mendalam. Tiga orang pelajar dilaporkan terseret ombak ganas saat berenang di kawasan wisata Pantai Cemara, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, pada Minggu (5/4/2026) pagi.
Dalam insiden nahas tersebut, satu orang korban dinyatakan meninggal dunia, sementara dua rekan lainnya berhasil dievakuasi dalam kondisi kritis dan kini tengah menjalani perawatan medis intensif.
Camat Cidaun, Gagan Rusganda, mengonfirmasi peristiwa tragis tersebut. Ketiga korban yang teridentifikasi berinisial MMH (16), AMF (16), dan MF (18) merupakan warga asal Kecamatan Pasirkuda. Sebelum kejadian, ketiganya diketahui sedang menginap dengan mendirikan tenda di area sekitar pantai.
Berdasarkan keterangan di lapangan, peristiwa bermula ketika ketiga remaja tersebut memutuskan untuk berenang di perairan Pantai Cemara pada Minggu pagi. Sayangnya, mereka berenang tanpa menggunakan perlengkapan keselamatan apa pun.
Tiba-tiba, gelombang ombak yang tinggi datang dan langsung menyapu ketiganya hingga terseret ke tengah laut. Warga dan pihak pengelola wisata yang melihat kejadian tersebut langsung berupaya melakukan pencarian awal sembari menghubungi aparat keamanan.
“Aparat Kecamatan Cidaun dan pengelola tempat wisata Ciwidig-Cemara langsung berkoordinasi dengan Satpolairud Polres Cianjur serta relawan BPBD Cianjur untuk melakukan pencarian setelah mendapat laporan tiga orang pelajar tenggelam,” jelas Gagan Rusganda.
Berkat kerja keras tim SAR gabungan, dua korban yakni AMF (16) dan MF (18) berhasil ditemukan lebih dulu. Keduanya ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri akibat terlalu banyak meminum air laut. Petugas langsung melarikan mereka ke Puskesmas Cidaun.
Tidak berselang lama, tim gabungan kembali menemukan korban ketiga, yakni MMH (16). Nahas, korban ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa tak jauh dari lokasi penemuan dua rekannya.
“Jenazah korban MMH sempat dibawa ke puskesmas untuk keperluan visum, sebelum akhirnya kami serahkan kepada pihak keluarga untuk segera dimakamkan,” tambah Gagan.
Sementara itu, dua korban selamat terpantau mulai menunjukkan perkembangan positif. “Dua orang korban selamat, AMF dan MF, hingga Minggu petang masih menjalani perawatan di puskesmas. Kondisinya sudah sadarkan diri dan mulai membaik. Kami pastikan keduanya mendapat pelayanan medis secara maksimal,” tegasnya.
Menyikapi insiden mematikan ini, pihak Kecamatan Cidaun kembali mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh wisatawan. Kondisi cuaca dan gelombang di kawasan pantai selatan Cianjur saat ini masih tergolong ekstrem dan sangat tidak dapat diprediksi.
Guna mencegah tragedi serupa terulang, otoritas setempat telah menyiagakan personel tambahan di titik-titik rawan.
“Kami menempatkan petugas gabungan saat libur panjang akhir pekan guna membantu petugas balawisata. Kami mengimbau dengan sangat agar wisatawan tidak mendekati bibir pantai atau berenang, karena gelombang tinggi dapat terjadi setiap saat dan mengancam keselamatan nyawa,” pungkas Gagan Rusganda menutup keterangannya. (Kusuma/Mun)
-
PAPUA TENGAH23/05/2026 11:18 WIBPencari Kepiting di Mimika Hilang Diterkam Buaya, Tim SAR Sisir Sungai Ninapu
-
NUSANTARA23/05/2026 10:30 WIBTiga Wilayah Sumut Lumpuh Diterjang Banjir dan Longsor
-
EKBIS23/05/2026 11:30 WIBHarga Emas Antam Hari Ini Turun Tajam
-
NASIONAL23/05/2026 13:00 WIBMenteri Pigai Tegaskan Pers Tak Boleh Melemah di Bawah Tekanan Negara
-
DUNIA23/05/2026 15:00 WIBPM Senegal Tolak Keras “Dikte” Barat soal LGBT
-
DUNIA23/05/2026 12:00 WIBSaudi Lakukan Perubahan Besar Jelang Puncak Haji 2026
-
JABODETABEK23/05/2026 14:30 WIBSopir Baru Nekat Perkosa 2 ARTdi Rumah Majikan
-
PAPUA TENGAH23/05/2026 10:16 WIBJelang Iduladha, Karantina Papua Tengah Pastikan 668 Hewan Kurban di Mimika Aman

















