NUSANTARA
Merapi Meletus Luncurkan Awan Panas
AKTUALITAS.ID – Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang tinggi setelah meluncurkan awan panas guguran sejauh 2 kilometer pada Rabu (8/7/2026). Erupsi terbaru ini menjadi pengingat bahwa salah satu gunung api paling aktif di Indonesia masih menyimpan potensi bahaya yang harus diwaspadai.
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan awan panas meluncur ke arah barat daya atau hulu Kali Sat/Putih dengan jarak luncur sekitar 2.000 meter.
BPPTKG mencatat awan panas tersebut memiliki amplitudo maksimum 65,29 mm dengan durasi mencapai 171,01 detik, menunjukkan masih berlangsungnya aktivitas erupsi di puncak Merapi.
Meski hingga kini belum ada laporan mengenai dampak terhadap permukiman, masyarakat diminta tidak lengah. BPPTKG menegaskan warga harus menjauhi kawasan rawan bencana serta seluruh alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi karena berpotensi menjadi jalur awan panas maupun lahar, terutama saat hujan turun.
Aktivitas Merapi pada hari yang sama juga mencatat satu kali awan panas guguran lainnya ke arah Kali Boyong dengan jarak luncur maksimal dua kilometer.
Selain awan panas, pemantauan BPPTKG merekam 33 kali gempa guguran, 14 gempa hybrid, dan satu gempa vulkanik dangkal, yang menunjukkan aktivitas internal gunung masih berlangsung.
Tak hanya itu, sebanyak 10 kali guguran lava juga teramati mengarah ke Kali Sat/Putih dan Kali Krasak dengan jarak luncur mencapai dua kilometer.
Secara visual, puncak Merapi masih terlihat jelas dengan kepulan asap kawah putih berintensitas tipis yang membumbung sekitar 50 meter di atas puncak. Namun, kondisi tersebut tidak mengurangi potensi bahaya karena suplai magma ke permukaan masih terus terjadi.
BPPTKG menegaskan status Gunung Merapi masih berada pada Level III (Siaga).
Potensi bahaya saat ini meliputi guguran lava dan awan panas pada sektor selatan hingga barat daya yang mencakup Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga 7 kilometer. Sementara di sektor tenggara, ancaman meliputi Sungai Woro sejauh 3 kilometer dan Sungai Gendol hingga 5 kilometer.
Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih terus berlangsung sehingga peluang terjadinya guguran lava maupun awan panas susulan tetap ada di dalam kawasan potensi bahaya.
BPPTKG mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di zona rawan bencana, mematuhi seluruh rekomendasi resmi, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman awan panas guguran dan banjir lahar, khususnya ketika hujan mengguyur kawasan lereng Gunung Merapi. (Kusuma/Mun)
-
RIAU08/07/2026 13:45 WIBKapolri Resmikan 80 Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II di Riau
-
FOTO08/07/2026 22:00 WIBFOTO: Presiden Prabowo dan PM India Modi Kunjungi Candi Prambanan
-
NASIONAL08/07/2026 13:30 WIBAnak Menkeu Bantah Tudingan Bermain Judi Lewat Polymarket
-
NASIONAL08/07/2026 14:00 WIBKPK Telusuri Dugaan Asal Dana Amplop untuk Raja Juli
-
NASIONAL08/07/2026 12:00 WIBRieke Minta KY dan MA Periksa Dugaan Pelanggaran Etik Penanganan PK Nikita Mirzani
-
NUSANTARA08/07/2026 12:30 WIBGunung Anak Krakatau Meletus Lagi
-
EKBIS08/07/2026 10:30 WIBRupiah Ambrol ke Rp17.987 per Dolar
-
EKBIS08/07/2026 11:30 WIBHarga Minyak Dunia Meledak ke USD75/Barel

















