Connect with us

DUNIA

Iran Tutup Pintu Perdamaian dengan Amerika

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: Ist

AKTUALITAS.ID – Ketegangan di Timur Tengah kembali menguat setelah pimpinan parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan bahwa negaranya tidak akan berdamai dengan Amerika Serikat maupun mengakui keberadaan Israel. Pernyataan itu disampaikan di tengah munculnya spekulasi mengenai kemungkinan tercapainya kesepakatan damai permanen antara Teheran dan Washington.

Dalam pertemuan dengan Ketua Dewan Syura Hamas, Mohammad Darwish, di Teheran pada Minggu, Ghalibaf menyatakan posisi Iran tidak berubah meski jalur negosiasi dengan Amerika Serikat terus berlangsung.

Menurutnya, Iran tetap mempertahankan garis politik yang selama ini menjadi fondasi kebijakan luar negerinya, termasuk menolak pengakuan terhadap Israel dan melanjutkan dukungan kepada kelompok-kelompok yang disebut sebagai poros perlawanan.

BACA JUGA  Usai Kematian Yahya Sinwar, Macron Desak Netanyahu Gencatan Senjata

Ghalibaf menyatakan Iran akan terus memberikan dukungan politik kepada sekutu-sekutunya dan, jika diperlukan, menyediakan kemampuan pertahanan, termasuk rudal. Ia juga menegaskan bahwa dukungan terhadap poros perlawanan dan Lebanon merupakan bagian dari batasan yang tidak dapat dinegosiasikan dalam pembicaraan dengan Amerika Serikat.

Di tengah proses diplomasi yang berlangsung, Ghalibaf mengklaim Iran tidak pernah mengorbankan tuntutan utamanya dalam nota kesepahaman yang disebut ditandatangani melalui mediasi Qatar dan Pakistan untuk mengakhiri konflik. Menurutnya, Amerika Serikat pada akhirnya menerima sejumlah tuntutan yang diajukan Teheran dalam dokumen tersebut.

Selain itu, ia menekankan bahwa kesiapan militer tetap menjadi faktor penting dalam menghadapi proses negosiasi. Menurut Ghalibaf, posisi tawar Iran akan melemah apabila kemampuan pertahanannya menurun. Ia juga berpendapat bahwa Amerika Serikat maupun Israel berpotensi mengambil langkah militer apabila menilai Iran berada dalam posisi yang lemah.

BACA JUGA  Gencatan Senjata Bikin Harga Minyak Global Turun Drastis

Pernyataan keras dari salah satu pejabat tertinggi Iran tersebut menunjukkan bahwa meskipun komunikasi diplomatik masih berlangsung, perbedaan mendasar mengenai hubungan dengan Amerika Serikat dan pengakuan terhadap Israel tetap menjadi isu yang belum menemukan titik temu. Sikap itu sekaligus menegaskan bahwa proses negosiasi yang berjalan tidak serta-merta mengubah posisi politik resmi Teheran terhadap dua negara tersebut. (Mun)

TRENDING