EKBIS
Sentimen Global Tekan Rupiah di Pembukaan
AKTUALITAS.ID – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak fluktuatif pada awal perdagangan Senin (6/4/2026). Rupiah sempat dibuka melemah di level Rp17.003 per dolar AS sebelum berbalik arah menguat tipis ke bawah Rp17.000.
Berdasarkan data pasar spot, rupiah tercatat melemah tipis 0,006% dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp17.002 per dolar AS. Namun, dalam pergerakan intraday, mata uang Garuda sempat menguat ke level Rp16.999 per dolar AS.
Mengacu pada data Bloomberg pukul 09.06 WIB, rupiah justru kembali tertekan 19 poin atau 0,11% ke posisi Rp16.999 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) naik 0,23% ke level 100,25.
Data lain dari Yahoo Finance menunjukkan rupiah berada di kisaran Rp17.010 per dolar AS pada waktu yang sama.
Analis menilai pergerakan rupiah masih dibayangi sentimen global, terutama meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga energi.
Kondisi ini diperparah oleh menguatnya dolar AS yang didukung data ketenagakerjaan Negeri Paman Sam yang lebih solid dari perkiraan. Data Non-Farm Payroll (NFP) menunjukkan peningkatan signifikan, memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral AS, Federal Reserve, akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.
Kepala Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro, menyebut tekanan terhadap pasar keuangan global meningkat akibat konflik antara AS dan Iran yang memicu lonjakan harga energi.
“Investor kini menanti risalah terbaru Federal Open Market Committee (FOMC) untuk melihat arah kebijakan suku bunga ke depan,” ujarnya.
Di kawasan Asia, mayoritas mata uang terpantau melemah terhadap dolar AS. Peso Filipina menjadi yang paling tertekan dengan penurunan 0,52%.
Disusul dolar Taiwan yang turun 0,19%, ringgit Malaysia melemah 0,05%, dan dolar Singapura terkoreksi 0,04%. Sementara itu, yen Jepang menguat tipis 0,006%.
Adapun won Korea Selatan menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah naik 0,15%, diikuti baht Thailand yang menguat 0,05%.
Analis memperkirakan rupiah akan bergerak fluktuatif sepanjang perdagangan hari ini dengan kecenderungan melemah. Kisaran pergerakan diprediksi berada di level Rp16.950 hingga Rp17.050 per dolar AS.
Pelaku pasar kini mencermati perkembangan geopolitik global, arah kebijakan bank sentral AS, serta pergerakan harga energi yang berpotensi terus menekan nilai tukar rupiah dalam jangka pendek. (Firmansyah/Mun)
-
NASIONAL10/06/2026 17:38 WIB5 Pegawai BPK Terjaring OTT KPK
-
NASIONAL10/06/2026 16:30 WIBLuhut: Bansos akan Diubah Jadi Transfer Tunai Langsung Rp5,4 Juta per Penerima
-
OASE10/06/2026 05:00 WIB
Rahasia Penciptaan Nabi Adam dalam Al Quran
-
EKBIS10/06/2026 10:15 WIBSerangan Balasan AS ke Iran Bikin Harga Minyak Dunia Naik
-
JABODETABEK10/06/2026 05:30 WIBCuaca Jakarta Selasa 10 Juni Didominasi Mendung Panas
-
NASIONAL10/06/2026 11:00 WIBTNI Tegaskan Kesiapan di Tengah Isu Aksi Massa
-
EKBIS10/06/2026 09:45 WIBDolar AS Mulai Melemah, Rupiah Tancap Gas ke Rp17.900
-
JABODETABEK10/06/2026 06:30 WIBCuma 6 Jam! Layanan SIM Keliling Jakarta Dibuka Hari Ini
















