EKBIS
Awal Pekan Suram, IHSG Rontok ke Bawah 7.000
AKTUALITAS.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung tertekan pada pembukaan perdagangan Senin (6/4/2026), turun 69,30 poin atau 0,99% ke level 6.957,48. Pelemahan ini melanjutkan tren negatif pasar saham Indonesia yang telah berlangsung dalam beberapa pekan terakhir.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, aktivitas perdagangan pagi ini mencatat volume 1,36 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp2,08 triliun dan frekuensi 102.065 kali. Sebanyak 359 saham melemah, jauh melampaui 162 saham yang menguat, sementara 170 saham stagnan.
Tekanan terhadap IHSG terutama datang dari saham-saham berkapitalisasi besar seperti BREN, MDKA, MAPI, AMRT, ANTM, dan BRPT yang menjadi pemberat utama di awal perdagangan.
Secara teknikal, analis memperkirakan IHSG bergerak di rentang 6.800 hingga 7.200. Tekanan jangka pendek dipicu oleh sentimen kebijakan pasar serta aksi ambil untung investor setelah pergerakan pada pekan sebelumnya.
Dari eksternal, ketidakpastian global masih menjadi faktor dominan. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memperingatkan tenggat negosiasi dengan Iran terkait Selat Hormuz yang berpotensi mengganggu pasokan energi global.
Kondisi ini mendorong harga minyak mentah Brent melonjak 1,92% ke level USD111 per barel, memicu kekhawatiran inflasi global yang lebih tinggi.
Di sisi lain, data tenaga kerja AS menunjukkan ketahanan ekonomi. Non-Farm Payroll Maret 2026 naik 178 ribu, memperkuat ekspektasi bahwa inflasi masih sulit ditekan oleh bank sentral.
Meski demikian, indeks global menunjukkan pergerakan beragam. Indeks S&P 500 naik tipis 0,11%, sementara Nasdaq terkoreksi 0,18%. Di Asia, indeks KOSPI menguat 1,08% dan Nikkei 225 naik 0,51%.
Dari dalam negeri, tekanan datang dari pelemahan nilai tukar rupiah yang menembus Rp17.015 per dolar AS, level terendah sepanjang sejarah. Kondisi ini memperbesar kekhawatiran terhadap stabilitas pasar keuangan domestik.
Selain itu, aksi jual investor asing masih berlanjut dengan total capital outflow mencapai Rp2,94 triliun dalam sepekan terakhir. IHSG pun tercatat telah melemah selama enam pekan berturut-turut.
Otoritas pasar seperti OJK, BEI, dan KSEI terus mendorong transparansi melalui kebijakan baru, termasuk penerapan High Shareholding Concentration (HSC) dan peningkatan batas minimum free float menjadi 15% sejak akhir Maret 2026.
Analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini cenderung fluktuatif di kisaran 7.000–7.100, dengan peluang rebound terbatas jika sentimen global membaik. (Firmansyah/Mun)
-
RAGAM05/04/2026 19:30 WIBWaspadai 6 Bahan “Red Flag” yang Tersembunyi Dalam Makanan Kudapan
-
RIAU05/04/2026 23:00 WIBPolres Pelalawan Ungkap Kasus Karhutla, Penegakan Hukum Diperkuat untuk Efek Jera
-
EKBIS05/04/2026 20:30 WIBStok Beras Sulsel Melonjak, Tembus 761 Ribu Ton
-
NASIONAL05/04/2026 20:00 WIBKemenag Ajukan Tambahan Anggaran Rp24,8 T
-
OLAHRAGA05/04/2026 18:30 WIBLolos Semifinal Kejuaraan ASEAN 2026,Jadi Target Timnas Futsal Indonesia
-
DUNIA05/04/2026 19:00 WIBRusia Kecam Keras Serangan Terhadap PLTN Bushehr di Iran
-
RAGAM05/04/2026 23:30 WIBSegera Tayang di Netflix, Dua Serial Baru “Peaky Blinders”
-
FOTO06/04/2026 15:53 WIBFOTO: Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir untuk Tiga Prajurit TNI, Pahlawan Perdamaian Dunia Gugur di Misi UNIFIL Lebanon

















