Berita
Tekan Penyebaran Corona, Korsel Perpanjang Masa Social Distancing
Pemerintah Korea Selatan memperpanjang masa social distancing selama dua pekan. Hal itu diputuskan setelah Perdana Menteri Chung Sye-kyun menegaskan negara tak memiliki pilihan lain untuk menekan penyebaran virus corona di Korea Selatan. “Kami tak memiliki pilihan selain melanjutkan social distancing yang ketat di masa mendatang,” kata Chung Sye-kyun. Di Korsel, setiap warga diminta untuk saling […]
Pemerintah Korea Selatan memperpanjang masa social distancing selama dua pekan. Hal itu diputuskan setelah Perdana Menteri Chung Sye-kyun menegaskan negara tak memiliki pilihan lain untuk menekan penyebaran virus corona di Korea Selatan.
“Kami tak memiliki pilihan selain melanjutkan social distancing yang ketat di masa mendatang,” kata Chung Sye-kyun.
Di Korsel, setiap warga diminta untuk saling menjaga jarak aman setidaknya dua meter sejak pemerintah mengumumkan kasus Covid-19 perdana pada 20 Januari.
Pemerintah kemudian meningkatkan pengamanan dengan menutup sebagian besar tempat umum seperti sekolah serta gym sejak saat itu hingga akhir pekan ini untuk mencegah penumpukan infeksi.
Perpanjangan masa social distancing membuat masyarakat juga harus tetap menghindari perkumpulan termasuk ibadah agama hingga 19 April. Langkah itu diambil sebab pemerintah Korea meyakini social distancing efektif menekan penyebaran.
Melansir The Korea Herald, penyebaran infeksi virus akibat cluster transmission turun hingga 70 persen jika membandingkan jumlah kasus dalam 11 hari sebelum dan 11 hari sesudah social distancing dimulai 22 Maret.
Jumlah kasus baru dengan sumber yang tak diketahui juga berkurang dari rata-rata 57 kasus per hari pada pekan pertama Maret menjadi 5 kasus pada pekan pekan lalu.
“Setelah menjalani social distancing jadi lebih jelas menelusuri sumber infeksi kasus baru. Itu membantu penanganan infeksi,” kata Menteri Kesehatan Park Neung-hoo.
Berdasarkan data pemerintah Korea pada Sabtu (4/4) sore, Korea Selatan mencatat 10.156 kasus positif Covid-19, 6.325 orang pulih, dan 177 orang meninggal dunia.
-
PAPUA TENGAH13/02/2026 15:20 WIBPenyerangan dan Pembakaran Fasilitas di Deiyai, Aparat Perketat Pengamanan
-
NUSANTARA13/02/2026 15:30 WIBWapres Cek Pemberian Subsidi Bahan Pokok di Pasar Badung
-
POLITIK13/02/2026 18:00 WIBGolkar Ungkap Bahlil Tak Berencana Jadi Cawapres 2029
-
PAPUA TENGAH13/02/2026 14:44 WIBBanyak Warga Mimika Keluhkan Kepesertaan PBI-JK Nonaktif, Ini Penjelasan BPJS
-
RAGAM13/02/2026 10:30 WIBNa Willa Ajak Masyarakat Kenang Masa Anak-anak
-
NASIONAL13/02/2026 16:00 WIBPrabowo: Kasus Keracunan Makan Bergizi Gratis Hanya 0,0006%
-
OLAHRAGA13/02/2026 07:30 WIBJelang Debut F4, Qarrar Firhand Berhasil Menjuarai Heat 1 WSK Viterbo
-
PAPUA TENGAH13/02/2026 08:00 WIBDua Pucuk Senpi Organik Hilang Saat Insiden di Mile 50

















