Berita
Muslim Sri Lanka Protes Pemerintah Wajibkan Jenazah Korban Covid-19 Dikremasi
Sri Lanka mengharuskan kremasi untuk korban virus corona pada Minggu, mengabaikan protes dari minoritas muslim yang disebut tak sesuai tradisi Islam. Dari tujuh pasien meninggal dunia karena penyakit menular itu, tiga orang di antaranya merupakan Muslim. Jenazah korban ini dikremasi pihak berwenang kendati keluarga memprotes. “Jasad orang yang meninggal atau diduga meninggal karena Covid-19 harus […]
Sri Lanka mengharuskan kremasi untuk korban virus corona pada Minggu, mengabaikan protes dari minoritas muslim yang disebut tak sesuai tradisi Islam.
Dari tujuh pasien meninggal dunia karena penyakit menular itu, tiga orang di antaranya merupakan Muslim. Jenazah korban ini dikremasi pihak berwenang kendati keluarga memprotes.
“Jasad orang yang meninggal atau diduga meninggal karena Covid-19 harus dikremasi,” kata Menteri Kesehatan, Pavithra Wanniarachchi pada Minggu, dilansir dari AFP, Senin (13/4).
WHO menyatakan korban meninggal dunia bisa dikubur atau dikremasi.
Lebih dari 200 orang dites positif virus corona di Sri Lanka. Aturan jam malam yang tak menentu telah diberlakukan secara nasional.
Kremasi dikritik kelompok HAM.
“Di masa yang sulit ini, pihak berwenang seharusnya menyatukan masyarakat dan tidak semakin memperdalam perbedaan antara mereka,” kata Direktur Amnesty Asia Selatan, Biraj Patnaik.
Partai politik utama negara itu yang mewakili Muslim, yang merupakan 10 persen dari 21 juta populasi nasional, menuding pemerintah mengabaikan dan tak berperasaan terhadap keinginan keluarga Muslim tersebut.
Ketegangan antara Muslim dan mayoritas penduduk Sinhala memuncak pada Paskah tahun lalu setelah jihadis setempat dituduh melakukan bom bunuh diri di tiga hotel dan tiga gereja yang menewaskan 279 orang.
Beberapa pekan kemudian, sekelompok warga menyerang Muslim. Ratusan rumah dan kendaraan hancur dan pihak berwenang dituduh gagal menghentikan kekerasan – tuduhan yang dibantah oleh Kolombo atau pemerintah pusat.
Gereja Katolik Roma di Sri Lanka, Minggu mengatakan, pihaknya memaafkan pelaku bom bunuh diri, menambahkan bahwa “kami menawarkan cinta kepada musuh yang mencoba menghancurkan kami.”
-
FOTO30/01/2026 20:18 WIBFOTO: Presiden Prabowo Lantik Dewan Energi Nasional di Istana Negara
-
DUNIA30/01/2026 19:00 WIBTeheran Siap Respons Agresi AS dengan Serangan ke Tel Aviv
-
NUSANTARA30/01/2026 19:30 WIBBuntut Ratusan Siswa SMAN 2 Kudus Keracunan, Pemprov Jateng Evaluasi Total Program MBG
-
NASIONAL30/01/2026 23:00 WIBVonis Berbeda untuk 25 Terdakwa Kasus Demo Agustus
-
JABODETABEK30/01/2026 20:30 WIBPascabanjir Jakarta, Dinkes DKI Waspadai Penyakit Menular
-
DUNIA30/01/2026 21:00 WIBPentagon: Kami Siap Serang Iran Kapan Saja Sesuai Perintah Presiden Trump
-
JABODETABEK31/01/2026 05:30 WIBBMKG Peringatkan Potensi Hujan Petir di Jakarta Sabtu 31 Januari
-
POLITIK30/01/2026 20:00 WIBPSI: Pelonggaran Syarat Pencalonan Pilkada Bisa Tekan Politik Uang

















