Berita
Jokowi: Menjadi Oposisi Itu Sangat Mulia
AKTUALITAS.ID – Presiden terpilih periode 2019-2024 Joko Widodo memaparkan visi dan misinya dalam mengemban amanah rakyat lima tahun ke depan. Salah satu visinya Jokowi menyingung mengenai adanya beberapa pihak yang akan menjadi oposisi pada pemerintahannya kelak. Menurutnya, adanya oposisi sangat baik untuk perkembangan demokrasi di Indonesia. “Dalam demokrasi mendukung mati-matian seorang kandidiat itu boleh, mendukung […]
AKTUALITAS.ID – Presiden terpilih periode 2019-2024 Joko Widodo memaparkan visi dan misinya dalam mengemban amanah rakyat lima tahun ke depan.
Salah satu visinya Jokowi menyingung mengenai adanya beberapa pihak yang akan menjadi oposisi pada pemerintahannya kelak. Menurutnya, adanya oposisi sangat baik untuk perkembangan demokrasi di Indonesia.
“Dalam demokrasi mendukung mati-matian seorang kandidiat itu boleh, mendukung dengan militansi yang tinggi itu boleh,” ujar Jokowi di SICC, Bogor, Minggu 14 Juli 2019.
Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut menerangkan menjadi oposisi adalah tugas mulia sehingga pemerintah memiliki kontrol dalam melaksanakan tugas-tugasnya.
“Menjadi oposisi itu juga sangat mulia silahkan menjadi oposisi,” tegasnya.
“Asal jangan oposisi yang menimbulkan dendam, asal janhan oposisi yang menimbulkan kebencian apalagi disertai dengan hinaan disertai dengan cacian disertai dengan makian-makian,” tandasnya.
-
JABODETABEK05/05/2026 05:30 WIBBMKG Ungkap Jadwal Hujan di Jakarta 5 Mei 2026
-
DUNIA05/05/2026 08:00 WIBDua Rudal Iran Bikin Kapal AS Kocar-Kacir di Selat Hormuz
-
NUSANTARA05/05/2026 11:00 WIBKasus Penyiraman Air Keras Picu Desakan Revisi UU Intelijen
-
DUNIA05/05/2026 12:00 WIBKanselir Jerman: Amerika Tak Punya Rudal Cukup
-
JABODETABEK05/05/2026 07:30 WIB5 Lokasi SIM Keliling Jakarta, Cek Jadwalnya
-
POLITIK05/05/2026 10:00 WIBTepi Indonesia: RUU Pemilu Dinilai Sengaja Diperlambat DPR
-
OASE05/05/2026 05:00 WIBAlquran Bongkar Rahasia Kekuatan Ibadah di Tengah Malam
-
NASIONAL05/05/2026 07:00 WIBMenteri Pigai Batalkan Ide Kontroversial Soal Aktivis HAM