Connect with us

OTOTEK

Bawa EV Khusus China ke Pasar Eropa Jadi Pertimbangan Volkswagen

Aktualitas.id -

Volkswagen Group menghadirkan kendaraan listrik baru di Auto China 2026 meliputi A6L e-tron, AUDI E7X, JETTA X, ID. UNYX 09 dan ID. AURA T6. (Volkswagen)

AKTUALITAS.ID – Sebagai bagian dari strategi untuk tetap kompetitif, mempercepat pengembangan produk, dan memanfaatkan kapasitas produksi yang belum terpakai di fasilitas Eropa.

Volkswagen Group dikabarkan sedang mempertimbangkan untuk membawa kendaraan listrik yang dikembangkan khusus untuk pasar China ke Eropa.

CEO Oliver Blume menyatakan Volkswagen membuka peluang untuk memproduksi model generasi terbaru yang saat ini dikembangkan khusus untuk pasar China di Eropa, asalkan produk tersebut dinilai sesuai dengan kebutuhan konsumen lokal, sebagaimana dilaporkan Carnewschina pada akhir pekan kemarin.

Ia menegaskan bahwa perusahaan saat ini masih fokus pada pengembangan platform baru sebelum mengambil keputusan ekspansi ke pasar lain.

“Pada tahun ini, kami tengah meningkatkan pengembangan platform CMP yang direncanakan meluncur di China pada 2027. Pekerjaan ini harus diselesaikan terlebih dahulu, kemudian kami dapat mempertimbangkan opsi di Eropa dan mengevaluasi produk mana yang tepat,” ujar Blume.

CMP atau Compact Main Platform merupakan platform baru yang dikembangkan bersama XPeng untuk menopang lini kendaraan Volkswagen generasi terbaru di China.

Pernyataan tersebut muncul setelah Volkswagen Group menampilkan sejumlah kendaraan listrik yang berfokus pada pasar China antara lain ID. Unyx 09, ID. Aura T6, Jetta X, serta AUDI E7X.

Blume menambahkan, Volkswagen terbuka untuk berbagi kapasitas pabrik Eropa dengan produsen mobil Tiongkok.

Ia menggambarkan produksi bersama sebagai cara yang mungkin untuk mengurangi kapasitas yang tidak terpakai dan menurunkan biaya.

Volkswagen menargetkan kapasitas produksi global sekitar 9 juta kendaraan, turun dari sekitar 12 juta sebelum pandemi.

Volkswagen melaporkan penurunan laba operasi kuartal pertama sebesar 14 persen menjadi 2,5 miliar euro pada 30 April.

Grup ini berada di bawah tekanan dari permintaan yang lemah di Tiongkok dan AS, serta meningkatnya persaingan dari produsen mobil Tiongkok di Eropa.

(Ari Wibowo/goeh)

TRENDING

Exit mobile version