Connect with us

OTOTEK

HP Android Bisa Dibobol Lewat Telegram

Aktualitas.id -

Ilustrasi foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Pengguna HP Android diminta waspada terhadap modus penipuan baru yang memanfaatkan fitur Mini App Telegram. Serangan ini berpotensi menyebarkan malware dan menguras rekening korban dalam waktu singkat.

Laporan dari perusahaan keamanan siber CTM360 mengungkap adanya kampanye penipuan yang memanfaatkan bot Telegram dan fitur Mini Apps untuk menyebarkan aplikasi palsu.

Mini Apps Telegram sendiri merupakan aplikasi berbasis web yang berjalan di dalam platform Telegram dan memungkinkan pengguna mengakses layanan tanpa keluar dari aplikasi.

Namun, fitur ini kini disalahgunakan oleh pelaku kejahatan siber. Mereka membuat aplikasi tiruan yang menyerupai layanan populer seperti Apple, Coca-Cola, Disney, eBay, hingga Nvidia untuk meningkatkan kepercayaan korban.

Platform penipuan yang dikenal sebagai FEMITBOT ditemukan digunakan untuk menjalankan berbagai skema, mulai dari layanan keuangan palsu, kripto fiktif, hingga alat berbasis AI dan situs streaming abal-abal.

Modusnya dimulai ketika korban berinteraksi dengan bot Telegram dan diminta menekan tombol “Start”. Setelah itu, korban diarahkan ke Mini Apps yang menampilkan tampilan layaknya aplikasi resmi.

Di dalamnya, korban akan melihat dashboard berisi saldo atau penghasilan palsu. Untuk memancing tindakan, pelaku biasanya menambahkan elemen seperti hitung mundur atau penawaran terbatas.

Saat korban mencoba menarik dana, mereka justru diminta melakukan deposit atau menyelesaikan tugas tertentu, yang pada akhirnya berujung pada kerugian finansial.

Tak hanya itu, penipuan ini juga dilengkapi dengan teknologi pelacakan seperti piksel Meta dan TikTok untuk memantau perilaku pengguna serta meningkatkan efektivitas serangan.

Para ahli keamanan mengimbau pengguna Android untuk tidak mudah percaya pada aplikasi atau layanan yang muncul melalui Telegram, terutama yang meminta data pribadi atau transaksi keuangan. Selalu pastikan sumber aplikasi resmi untuk menghindari risiko pencurian data dan dana. (Firman/Mun)

TRENDING

Exit mobile version