Berita
Prancis Tak Ingin Menyingkirkan Huawei
Prancis tak ingin bersikap seperti AS
Prancis tak ingin bersikap seperti AS yang menyingkirkan Huawei dari jaringan generasi terbaru 5G di negara tersebut.
Mengutip Reuters, Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan tidak ingin mencap operator telekomunikasi tertentu atau negara tertentu.
Macron menyatakan hal tersebut saat menjawab pertanyaan tentang risiko keamanan dari Huawei, perusahaan asal China, saat konferensi pers bersama dengan Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg.
Menteri Ekonomi Prancis Agnes Pannier-Runacher beberapa waktu lalu menyatakan mereka tidak akan mengikuti jejak AS dalam menyikapi Huawei untuk jaringan 5G, meski pun negara tersebut berwenang untuk memeriksa semua penyedia perangkat dari potensi ancaman keamanan.
Prancis baru saja menetapkan harga untuk spektrum 5G yang akan dilelang mulai harga 2,17 miliar euro, jauh lebih besar dibandingkan prediksi regulator telekomunikasi negara tersebut.
Regulator telekomunikasi Prancis, Arcep, mengharapkan harga spektrum yang dialokasikan untuk jaringan 5G tidak melebihi 1,5 miliar euro.
-
NASIONAL24/02/2026 17:30 WIBKPK Mitigasi Risiko Korupsi pada MBG dan KMP
-
PAPUA TENGAH24/02/2026 19:10 WIBSengketa Kapiraya, Pemkab Mimika Fokus Susun Peta Hak Ulayat
-
PAPUA TENGAH24/02/2026 19:46 WIBPasca Temuan Penjualan Ilegal, DPRK Mimika Desak Evaluasi Pendistribusian Minyakkita
-
POLITIK24/02/2026 18:30 WIBUsulan Ambang Batas Parlemen Naik Jadi 7 Persen
-
OTOTEK24/02/2026 19:00 WIBUji Tabrak ANCAP, SUV Denza B8 dari BYD Dapat Lima Bintang
-
RAGAM24/02/2026 18:00 WIBMakanan Sahur yang Bantu Cegah Kantuk saat Berpuasa
-
POLITIK24/02/2026 20:30 WIBBanyak Suara Terbuang Bila Ambang Batas Parlemen Naik
-
NUSANTARA24/02/2026 20:00 WIBBripda MS Sampaikan Permintaan Maaf Kepada Keluarga Korban

















