OTOTEK
Bank Dunia Diminta Siap Hadapi Serangan Siber Generasi Baru
AKTUALITAS.ID – Pemerintah Amerika Serikat memperingatkan bank-bank besar mengenai potensi ancaman siber baru yang berasal dari model kecerdasan buatan (AI) terbaru. Teknologi ini dinilai mampu mengungkap dan mengeksploitasi celah keamanan sistem secara luas.
Peringatan serius disampaikan oleh Menteri Keuangan AS Scott Bessent dan Ketua Federal Reserve Jerome Powell kepada para CEO bank besar di Amerika Serikat.
Mereka menyoroti potensi ancaman siber dari model AI terbaru yang dikembangkan oleh Anthropic, yang diberi nama Mythos.
Model ini disebut memiliki kemampuan luar biasa dalam mengidentifikasi dan mengeksploitasi kelemahan keamanan di berbagai sistem teknologi.
Menurut laporan, Mythos mampu mendeteksi celah pada hampir semua sistem operasi utama dan peramban web yang digunakan secara global.
Anthropic sendiri menunda peluncuran luas model tersebut karena kekhawatiran akan dampak keamanan yang ditimbulkan.
Perusahaan tersebut juga telah melakukan komunikasi intensif dengan pejabat pemerintah AS untuk membahas kemampuan ofensif dan defensif dari teknologi tersebut.
Langkah ini dinilai sebagai upaya preventif agar teknologi tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Dalam pertemuan yang digelar di Washington, pemerintah AS meminta bank-bank besar meningkatkan sistem keamanan mereka.
Sejumlah pimpinan bank besar seperti Citigroup, Morgan Stanley, Bank of America, Wells Fargo, dan Goldman Sachs dilaporkan hadir dalam pertemuan tersebut.
Sementara itu, CEO JPMorgan Chase Jamie Dimon disebut tidak dapat menghadiri pertemuan.
Subjudul: Akses Dibatasi, Risiko Tetap Ada
Anthropic membatasi akses model Mythos hanya kepada sekitar 40 perusahaan teknologi besar, termasuk Microsoft dan Google.
Meski demikian, para ahli menilai risiko tetap tinggi jika teknologi tersebut jatuh ke tangan yang salah.
Kasus ini menjadi peringatan global bahwa perkembangan AI tidak hanya membawa manfaat, tetapi juga potensi ancaman serius. Pemerintah dan industri keuangan kini dituntut untuk bergerak cepat memperkuat pertahanan siber di tengah era teknologi yang semakin canggih. (Kusuma/Mun)
-
JABODETABEK12/10/2026 05:30 WIBAwan Hitam ‘Telan’ Matahari Jakarta di Awal Pekan
-
POLITIK12/10/2026 09:00 WIBPemakzulan Gibran, Mardiono Ingatkan Konstitusi
-
EKBIS12/10/2026 09:30 WIBIHSG Buka Hijau, Tak Lama Kemudian Terpeleset
-
NASIONAL12/10/2026 10:00 WIBBGN: Anak Panti Asuhan Tetap Jadi Penerima MBG
-
POLITIK12/10/2026 16:00 WIBSurvei CELIOS: Rapor Prabowo-Gibran di Bawah Angka 5
-
POLITIK12/10/2026 11:00 WIBPKS Desak DPR Bergerak soal Putusan MK Terkait Gibran
-
JABODETABEK12/10/2026 06:30 WIBCatat! Jadwal SIM Keliling Jakarta Senin 12 Oktober 2026
-
NASIONAL12/10/2026 09:00 WIBKasus Pengeroyokan Siswa di Pati Jadi Evaluasi Kemensos

















