Berita
Menjemput Hidayah dari Sekeras Batu
AKTUALITAS.ID – Ketika seseorang hendak bertamu, Islam mengajarkan ia mengikuti adab-adab yang telah ditetapkan syariat. Semisal, apabila ia datang ke rumah seseorang, tatkala ia mengetuk pintu rumah satu kali dan tak ada jawaban, maka ia bisa mengetuknya lagi hingga tiga kali. Akan tetapi, berikan jeda pada masing-masing ketukan, untuk menunjukkan kita tidak terburu-buru dan menghargai […]
AKTUALITAS.ID – Ketika seseorang hendak bertamu, Islam mengajarkan ia mengikuti adab-adab yang telah ditetapkan syariat. Semisal, apabila ia datang ke rumah seseorang, tatkala ia mengetuk pintu rumah satu kali dan tak ada jawaban, maka ia bisa mengetuknya lagi hingga tiga kali.
Akan tetapi, berikan jeda pada masing-masing ketukan, untuk menunjukkan kita tidak terburu-buru dan menghargai sang pemilik rumah.
Dari Abu Musa Al-Asy’ary RA, dia berkata: Rasulullah bersabda,
“Minta izin masuk rumah itu tiga kali, jika diizinkan untuk kamu (masuklah) dan jika tidak maka pulanglah!” [HR. Bukhari dan Muslim]
Sebagai tamu, kita memiliki hak untuk mengetuk pintu rumah tiga kali. Dengan tidak langsung buru-buru pulang dan berbalik arah, kita memberikan waktu pada pemilik rumah untuk mempersiapkan diri menyambut kita.
Salah seorang sahabat menceritakan jika ia punya hajat dengan Umar bin Khattab RA. Saat mengetuk satu kali dan tidak mendapatkan balasan dari rumah, ia memutuskan pulang.
Ternyata dari arah belakang Umar bin Khattab mengejarnya dan bertanya, “Mengapa kau tidak menungguku terlebih dahulu? Aku tadi sedang bersiap-siap menyambutmu. Bukankah Rasulullah SAW memerintahkan kita untuk mengetuk pintu tiga kali saat bertamu?”
Mengetuk tiga kali ini tidak hanya berlaku bagi pintu rumah, melainkan juga pintu hati manusia. Ketika menyeru seseorang pada kebaikan dan ia menolak, kita tak lantas menyerah dan berhenti mengajaknya.
Bisa jadi, pada “ketukan” pertama kita, ia masih asing dengan ajakan kita dan pada tahap mengenali. Jika pada saat ini kita telah menyerah dan menganggap dia tak akan menerima, kita telah kehilangan satu kesempatan besar.
Ketuk lagi pintu hati mereka untuk kedua kalinya, ini akan menyadarkan orang-orang yang kita ajak pada kebaikan, orang-orang yang kita ingin Allah beri hidayah, jika kita tak semudah itu menyerah. Mereka akan tahu kedatangan kita adalah sebuah kesungguhan, bukan hanya panggilan sambil lalu saja.
Jika ia masih tak juga menjawab, ketuk untuk ketiga kalinya. Ini merupakan upaya kita menyentuh hatinya. Sebagaimana batu akan berlubang jika ditetesi air terus menerus, begitu juga hati seseorang akan terbuka jika diketuk lagi dan lagi.
Jika pun mereka masih belum mendapatkan hidayah, tugas kita hanya menyampaikan, bukan memastikan [qurmaid/riq]
-
POLITIK24/02/2026 20:30 WIBBanyak Suara Terbuang Bila Ambang Batas Parlemen Naik
-
NUSANTARA24/02/2026 20:00 WIBBripda MS Sampaikan Permintaan Maaf Kepada Keluarga Korban
-
RAGAM24/02/2026 23:00 WIBChristine Hakim Menangis Ceritakan Perannya di Film
-
OLAHRAGA24/02/2026 21:30 WIBWakil Indonesia Hadapi Laga Berat di Ajang All England 2026
-
DUNIA24/02/2026 22:30 WIB23 Napi Kabur Usai Serangan Bersenjata di Meksiko
-
JABODETABEK25/02/2026 05:30 WIBHujan Ringan Dominasi Cuaca Jabodetabek Rabu Ini
-
EKBIS24/02/2026 22:00 WIBPertagas Terus Berkomitmen Jaga Energi Pembangkit Listrik Nasional
-
JABODETABEK24/02/2026 21:00 WIBPuluhan Personel Polres Jakbar Jalani Tes Urine

















