Berita
Waketum Gerindra Sebut Negara-negara Sosialis Lebih Mampu Lawan Corona
AKTUALITAS.ID – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono menyebut hanya negara-negara dengan sistem ekonomi-politik sosialis yang mampu melawan pandemi wabah virus corona. Sementara negara-negara yang lain tidak mampu menghentikan apalagi melawan wabah Covid-19. “China, Vietnam dan Kuba berhasil menahan penyebaran dan penularan corona pada rakyatnya. Sementara negara negara besar seperti Amerika Serikat, Italia, Spanyol […]
AKTUALITAS.ID – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono menyebut hanya negara-negara dengan sistem ekonomi-politik sosialis yang mampu melawan pandemi wabah virus corona. Sementara negara-negara yang lain tidak mampu menghentikan apalagi melawan wabah Covid-19.
“China, Vietnam dan Kuba berhasil menahan penyebaran dan penularan corona pada rakyatnya. Sementara negara negara besar seperti Amerika Serikat, Italia, Spanyol Jerman, Jepang dan dan Korea Selatan menderita atas serangan corona,” kata Arief, Kamis, 16 April 2020.
Dalam pandemi corona, katanya, terbukti semaju apa pun teknologi yang dimiliki suatu negara, tetapi kalau sistem politiknya tidak solid maka tidak akan mampu melindungi rakyatnya. “Makanya lockdown di negara liberal akan berdampak lebih merusak,” ujarnya.
Arief menilai, negara-negara liberal yang mengaku demokratis dikuasai oleh kepentingan bisnis koorporasi sehingga hanya akan berisi pertentangan kepentingan bisnis. Hal yang berbeda terjadi di negara sosialis.
“Sedangkan di negara liberal, korporasi bersaing untuk mengambil kesempatan mencari untung gede. Itulah yang terjadi di Amerika yang liberal dan negara-negara Eropa yang mengaku sosial demokrat,” katanya.
Dia mengingatkan bangsa Indonesia memetik pelajaran penting dari pengalaman dua sistem yang berbeda itu sebelum terlambat. Kalau pemerintahan tidak solid seperti sekarang, maka Indonesia tidak akan berhasil menahan serangan corona.
“Jangan lagi ada bisnis di kalangan elite. Semua diurus secara transparan. Yang melanggar langsung copot atau ditangkap. Ini urusan nyawa rakyat. Presiden berhak bertindak pada semua aparatnya yang menyeleweng,” katanya.
-
JABODETABEK18/06/2026 19:30 WIBSetneg Buka Peluang Rekrut Kembali Eks Karyawan Hotel Sultan
-
EKBIS18/06/2026 19:00 WIBIndonesia Raja Komoditas, Tapi Harga Masih Ditentukan Bursa Luar Negeri
-
EKBIS18/06/2026 16:00 WIBPrabowo Panggil Bos Himbara ke Istana
-
JABODETABEK18/06/2026 18:30 WIBNegara Ambil Alih Pengelolaan Hotel Sultan untuk Kepentingan Publik
-
NASIONAL18/06/2026 17:00 WIBKPK Dalami Dugaan Pengaturan Lelang Proyek Kereta di Kemenhub
-
NASIONAL18/06/2026 16:35 WIBDPR Setujui Tambahan Anggaran Kemensos Rp22,49 Triliun
-
RIAU18/06/2026 23:11 WIBBakar Lahan 180 Hektare, Seorang Pria di Bengkalis Ditangkap
-
RAGAM18/06/2026 17:30 WIBBRI Jazz Gunung 2026 Hadirkan Isyana Sarasvati hingga Indra Lesmana