OLAHRAGA
Reli Internasional Camel Trophy Jelajah Kalimantan Diikuti 48 Peserta
AKTUALITAS.ID – Kalimantan Tribute dirancang tidak hanya sebagai perjalanan off-road, tetapi juga sebagai tapak tilas sejarah ekspedisi 1996 yang dikenal sebagai salah satu rute paling ikonik di Asia, menjadi ruang bagi komunitas otomotif mengenang, belajar, dan merasakan kembali atmosfer petualangan masa itu.
Peserta reli internasional, Kalimantan Tribute, perjalanan touring adventure off-road tapak tilas Camel Trophy Kalimantan 1996 yang diikuti 48 mobil menjelajahi Kalimantan dimulai dari Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur.
“Selamat datang, selamat menikmati camp area di tepi Sungai Toyu,” ujar pemimpin perjalanan Greefion Kamil kepada para peserta, termasuk sejumlah peserta asing, di wilayah Kilometer 35 Kelurahan Sotek, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Selasa (21/4/2026).
Setelah berkumpul dan mengikuti seremoni singkat di Kota Balikpapan, rombongan peserta telah mencapai Kilometer 53 Sotek, Penajam Paser Utara.
Panitia menargetkan seluruh peserta dapat menyelesaikan rute sesuai jadwal sambil tetap menjaga aspek keselamatan dan kelestarian lingkungan.
Camp Sotek-Sungai Toyu menjadi titik perhentian pertama dalam rangkaian perjalanan yang akan berlangsung beberapa hari ke depan, dengan lokasi yang dipilih aksesnya mewakili karakter awal rute Camel Trophy 1996.
Peserta datang bergelombang sebab menyeberang Teluk Balikpapan via feri Balikpapan-Penajam tidak dalam sekali angkut, rombongan terakhir menyeberang pukul 19.30 Wita, dan mendarat di Kabupaten Penajam Paser Utara pukul 22.30 wita.
“Satu dari dua dermaga di Pelabuhan Penajam sedang dalam perbaikan sehingga antrean bongkar-muat kapal jadi lebih lama,” kata Zainul, anak buah kapal feri yang ditumpangi rombongan terakhir.
Di Camp 53 Sotek selama dua hari para peserta harus menjalani pemeriksaan kendaraan (scrutineering) untuk kemudian menjalani sejumlah etape khusus.
“Peserta dikenalkan rintangan yang nanti akan banyak ditemui sepanjang perjalanan,” kata Insuhendang, salah satu scout tracker Kalimantan Tribute.
Kegiatan di camp meliputi orientasi rute, pembagian tugas tim, serta pengarahan keselamatan. Panitia menekankan pentingnya manajemen waktu dan logistik perjalanan.
Selain peserta dari berbagai daerah di Indonesia, perjalanan juga diikuti peserta asing yang tertarik pada sejarah Camel Trophy dan karakter medan Kalimantan, peserta menjadi bagian dari rombongan yang akan menempuh jalur hutan, sungai, dan perbukitan.
“It is a dream come true,” kata Bernard dari Marseille, Prancis. Bernard pemilik dealer Landrover di kotanya itu. Landrover dan Rangerover adalah mobil resmi Camel Trophy.
Rombongan dijadwalkan bergerak kembali setelah sesi orientasi selesai, dengan tujuan berikutnya terus ke arah barat.
“Sebelum masuk Kalimantan Tengah di Muara Teweh, kami juga ada agenda bakti sosial, kunjungan ke sekolah terpencil di rute ini,” jelas Fion.
Etape berikutnya akan membawa peserta menuju jalur yang lebih teknis dengan variasi medan yang lebih menantang dibandingkan segmen awal.
Keberangkatan dari Kota Balikpapan, rombongan bergerak dalam formasi teratur konvoi longgar, menuju Camp 53 Sotek ditempuh melalui jalur kombinasi aspal mulus Kabupaten Penajam Paser Utara gerbang Ibu Kota Nusantara (IKN), dan tanah keras hutan tanaman industri yang mulai menunjukkan kontur khas pedalaman Kalimantan.
(Ari Wibowo/goeh)
-
NASIONAL20/04/2026 21:00 WIBPanglima TNI Sinergikan TNI dan Pemda untuk Percepatan Pembangunan di Daerah
-
RAGAM21/04/2026 14:00 WIBKisah Pilu Anak Tunggal Kartini
-
NUSANTARA20/04/2026 23:00 WIBDua Anggota KKB Kodap XXXV Bintang Timur di Oksibil Berhasil Ditangkap
-
NUSANTARA21/04/2026 06:30 WIBSatgas Cartenz Tangkap 2 Anggota KKB di Oksibil Tanpa Perlawanan
-
JABODETABEK21/04/2026 07:30 WIBPraktis! Perpanjang SIM A dan C di 5 Lokasi Ini
-
NASIONAL21/04/2026 06:00 WIBEddy Soeparno: Langkah Prabowo Soal MBG Sudah Tepat
-
RAGAM20/04/2026 21:30 WIBDalam Drakor “Sold Out on You”, Ahn Hyo Seop-Chae Won Bin Kerja Bareng
-
JABODETABEK20/04/2026 20:00 WIBDua Karyawan Mengalami Luka Ringan Saat Kebakaran di Gedung D Kemendagri