Connect with us

RAGAM

Golden Period Bisa Selamatkan Otak dan Jantung

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: meta ai

AKTUALITAS.ID – Pada kondisi darurat medis, setiap menit dapat menentukan keselamatan pasien. Keterlambatan mendapatkan pertolongan bukan hanya meningkatkan risiko kecacatan permanen, tetapi juga dapat mengancam nyawa. Karena itu, tenaga medis mengingatkan masyarakat untuk memahami pentingnya golden period atau periode emas, yakni waktu terbaik untuk memberikan penanganan agar peluang pemulihan lebih besar.

Konsep golden period berlaku pada berbagai kondisi kegawatdaruratan, terutama stroke, serangan jantung, dan trauma berat akibat kecelakaan. Semakin cepat pasien memperoleh diagnosis dan terapi yang tepat, semakin besar peluang mempertahankan fungsi organ vital dan mencegah komplikasi serius.

Stroke: Waktu Menyelamatkan Sel Otak

Dokter Spesialis Saraf dr. M. Yoga Riyananda Isioni, Sp.N dari Mayapada Hospital Jakarta Timur menjelaskan bahwa stroke terjadi ketika aliran darah ke otak terganggu sehingga sel-sel otak mulai mengalami kerusakan akibat kekurangan oksigen.

Menurutnya, masyarakat tidak boleh mengabaikan tanda-tanda awal seperti wajah mencong, kelemahan atau baal pada salah satu sisi tubuh, bicara pelo atau sulit berbicara, hingga gangguan keseimbangan.

“Semakin cepat pasien mendapatkan terapi dalam golden period, semakin besar peluang pemulihan,” ujar dr. Yoga dalam keterangan resmi, Jumat (24/7/2026).

Dalam penanganan stroke dikenal target door-to-needle, yaitu waktu sejak pasien tiba di rumah sakit hingga mendapatkan terapi pelarut sumbatan pembuluh darah. Standar internasional menetapkan target tersebut kurang dari 60 menit.

Serangan Jantung: Otot Jantung Harus Diselamatkan

Golden period juga sangat menentukan pada kasus serangan jantung. Dokter Spesialis Jantung dr. Filemon W. Sondakh, Sp.JP, FIHA menjelaskan bahwa penyumbatan aliran darah ke otot jantung dapat menyebabkan kerusakan jaringan yang berlangsung sangat cepat.

Gejala yang perlu diwaspadai antara lain nyeri dada seperti tertindih, menjalar ke lengan, bahu, rahang, atau punggung, disertai sesak napas, keringat dingin, maupun mual.

“Semakin cepat pembuluh darah yang tersumbat dapat ditangani, semakin besar peluang untuk menyelamatkan otot jantung,” jelas dr. Filemon.

Dalam kasus serangan jantung, rumah sakit memiliki target door-to-balloon, yaitu waktu sejak pasien datang hingga pembuluh darah yang tersumbat berhasil dibuka melalui tindakan intervensi, dengan standar kurang dari 90 menit.

Trauma Berat Juga Membutuhkan Respons Cepat

Selain stroke dan serangan jantung, korban kecelakaan, jatuh dari ketinggian, maupun cedera berat juga membutuhkan penanganan segera. Perdarahan hebat, gangguan jalan napas, hingga kerusakan organ dapat memburuk dalam waktu singkat apabila terlambat mendapatkan pertolongan.

Karena itu, keberhasilan penyelamatan pasien tidak hanya bergantung pada kecepatan membawa pasien ke rumah sakit, tetapi juga pada kesiapan fasilitas kesehatan dalam memberikan diagnosis dan terapi secara cepat serta terintegrasi.

Layanan Gawat Darurat 24 Jam

Untuk mendukung penanganan kasus-kasus kegawatdaruratan tersebut, Mayapada Hospital Jakarta Timur menyediakan layanan Emergency 24/7 yang didukung dokter spesialis siaga di rumah sakit selama 24 jam.

Tim multidisiplin yang terdiri dari dokter spesialis saraf, jantung, bedah, anestesi, radiologi, serta tenaga kesehatan lainnya bekerja menggunakan protokol kegawatdaruratan sesuai standar internasional guna membantu mencapai target penanganan selama golden period.

Pihak rumah sakit mengimbau masyarakat agar tidak menunda mencari pertolongan medis ketika menemukan gejala stroke, serangan jantung, maupun kondisi darurat lainnya. Semakin cepat pasien mendapatkan penanganan, semakin besar peluang untuk menyelamatkan fungsi organ, mengurangi risiko kecacatan, dan meningkatkan kemungkinan pemulihan yang optimal. (Kusuma/Mun)

TRENDING

Exit mobile version