Connect with us

EKBIS

Galih Minta Kemenkeu Tutup Celah Kebocoran

Aktualitas.id -

Anggota Komisi XI Fraksi Partai Golkar, Galih Dimuntur Kartasasmita, foto: fraksigolkar

AKTUALITAS.ID – Celah kebocoran penerimaan negara pada jalur perdagangan dan distribusi barang memantik sorotan tajam Komisi XI DPR RI. Anggota Komisi XI Fraksi Partai Golkar, Galih Dimuntur Kartasasmita, mendesak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk memperketat pengawasan dan memodernisasi peralatan demi menghentikan potensi potensi kerugian negara.

Pernyataan menohok tersebut disampaikan Galih dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XI DPR RI bersama enam Direktur Jenderal Kemenkeu pada Senin (7/9/2026).

Galih mengungkapkan bahwa dirinya menerima banyak aduan terkait dugaan kebocoran distribusi barang, salah satunya di wilayah strategis Batam yang kerap menjadi titik transit komoditas pangan hingga hasil pertambangan.

“Saya masih banyak sekali yang mengadu ke saya, kebocoran banyak sekali, Pak. Yang saya ingin tahu, sambungan dari Bapak ke perdagangan dan ke karantina itu sejauh apa?” tegas Galih di hadapan jajaran Dirjen Kemenkeu.

Guna menyumbat celah kebocoran tersebut, Galih menyuarakan dukungan penuh untuk meningkatkan alokasi anggaran Kemenkeu, khususnya untuk menambah personel di lapangan serta pengadaan teknologi dan sistem pengawasan modern.

Namun di sisi lain, Galih memberikan kritik pedas terkait Indikator Kinerja Utama (KPI) Kemenkeu yang dinilai terlalu ‘ramah’ dan mudah dicapai. Ia menyayangkan adanya indikator kinerja yang sudah melampaui target hingga 110–120 persen padahal tahun anggaran belum selesai.

“Padahal banyak yang 110, 120 persen masih di bulan Agustus, gampang sekali itu KPI. Jadi dibikin lebih berat capaian itu. Kalau tidak sampai 100 persen, ya naikkan lagi, lebih sulit lagi,” pungkasnya mendesak evaluasi penetapan target demi optimalisasi pendapatan negara di tahun-tahun mendatang. (Mun)

TRENDING

Exit mobile version