Connect with us

NUSANTARA

Abu Vulkanik Lewotolok Ganggu Penerbangan di NTT

Aktualitas.id -

Ilustrasi, dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Aktivitas penerbangan di Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali terganggu akibat ancaman bencana alam. Bandara Wunopito di Lewoleba, Kabupaten Lembata, resmi ditutup sementara usai hujan abu vulkanik dampak erupsi Gunung Ile Lewotolok membahayakan ruang udara.

AirNav Indonesia telah menerbitkan Notam (Notice to Airmen) penutupan operasional bandara terhitung sejak Selasa (8/9/2026) pukul 07.01 WIB hingga estimasi Rabu (9/9/2026) pukul 06.00 WIB.

“Bandara Wunopito (WATW) berstatus CLOSED. Penutupan dilakukan karena abu vulkanik Gunung Lewotolok yang dapat memengaruhi keselamatan penerbangan,” tegas EVP of Corporate Secretary AirNav Indonesia, Hermana Soegijantoro.

Penutupan darurat ini dipicu erupsi Gunung Ile Lewotolok pada Selasa pagi pukul 06.35 WITA. Gunung api aktif tersebut melontarkan kolom abu pekat setinggi 800 meter di atas puncak yang membumbung dan bergerak cepat ke arah barat.

Tak hanya melumpuhkan moda transportasi udara, damapak erupsi gunung api ini juga dirasakan langsung oleh masyarakat daratan. Sebanyak 11 desa di Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata, dilaporkan terkepung hujan abu vulkanik cukup parah.

Camat Ile Ape, Laurens Manu, mengonfirmasi bahwa paparan abu tebal mulai merusak tanaman perkebunan warga dan memicu gangguan kesehatan, khususnya rasa gatal pada kulit masyarakat sekitar.

Pihak AirNav Indonesia bersama pemangku kepentingan terkait menegaskan akan terus memantau dinamika sebaran abu serta pergerakan angin. Evaluasi keselamatan penerbangan akan dilakukan secara berkala sebelum memutuskan pembukaan kembali ruang udara Bandara Wunopito. (Irawan/Mun)

TRENDING

Exit mobile version