POLITIK
Prabowo: Pemerintah Tidak Anti-Kritik, tetapi Jangan Fitnah dan Caci Maki
AKTUALITAS.ID – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan pemerintah tidak anti kritik dan tetap memandang kritik sebagai bagian penting dalam sistem demokrasi. Hal itu disampaikan Prabowo saat menghadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Kamis (23/7/2026). Meski membuka ruang kritik, Prabowo mengingatkan agar kritik tidak berubah menjadi fitnah maupun caci maki yang dapat merusak persatuan bangsa.
“Kita negara demokrasi. Kita tidak antikritik. Kritik itu menyelamatkan. Tapi ada beda kritik dan caci maki. Kritik dengan fitnah itu beda,” ujar Prabowo dalam keterangan resminya kepada Aktualitas.id, Jumat (24/7/2026).
Presiden menegaskan kritik yang disampaikan secara objektif dan konstruktif justru diperlukan untuk mengoreksi jalannya pemerintahan. Karena itu, pemerintah tidak mempersoalkan kritik selama bertujuan memperbaiki kebijakan dan tidak dibangun di atas informasi yang menyesatkan.
Menurut Prabowo, pemerintah akan tetap fokus bekerja untuk kepentingan masyarakat meskipun menghadapi berbagai kritik maupun serangan politik. Ia menilai pemerintah tidak perlu goyah selama seluruh kebijakan dijalankan sesuai kepentingan bangsa dan negara.
“Tapi enggak ada masalah. Tidak ada masalah. Kalau kita benar, kalau kita berada di jalan yang benar, kita terus akan kuat,” tegasnya.
Prabowo juga menyoroti adanya berbagai narasi yang dinilainya berupaya melemahkan optimisme masyarakat terhadap kondisi Indonesia. Ia menyebut terdapat kampanye yang membangun persepsi negatif seolah-olah Indonesia berada di ambang kehancuran.
Menurut Prabowo, narasi semacam itu tidak boleh membuat masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap kemampuan bangsa menghadapi berbagai tantangan. Pemerintah, kata dia, akan terus bekerja menjaga stabilitas nasional sekaligus mendorong pembangunan di berbagai sektor.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo mengajak seluruh elemen masyarakat memberikan dukungan terhadap upaya pembangunan nasional. Ia mengibaratkan pemerintah sebagai sebuah tim yang sedang bertanding di lapangan dan membutuhkan dukungan dari seluruh rakyat Indonesia agar mampu mencapai hasil terbaik.
“Kalau kita cinta sama satu kesebelasan, umpamanya dia lagi bertanding di lapangan, kita kan sebagai suporter, ‘Ayo, ayo, maju.’ Tapi jangan turunkan moral dong, orang lagi bertanding di situ. Nanti kamu kalah,” tuturnya.
Prabowo menjelaskan perbedaan pandangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan demokrasi. Namun, kebebasan berpendapat tetap harus dijalankan secara bertanggung jawab dengan mengedepankan fakta, etika, dan kepentingan nasional.
Ia menambahkan kritik yang dibangun berdasarkan data dan argumentasi akan menjadi masukan penting bagi pemerintah dalam menyempurnakan berbagai kebijakan. Sebaliknya, penyebaran fitnah maupun informasi yang tidak benar dinilai hanya akan memperkeruh situasi dan berpotensi memecah belah masyarakat.
Presiden juga mengingatkan pentingnya menjaga semangat persatuan di tengah dinamika politik nasional. Menurutnya, seluruh komponen bangsa memiliki tanggung jawab bersama untuk menciptakan suasana yang kondusif agar program pembangunan dapat berjalan optimal.
Di akhir sambutannya, Prabowo mengajak seluruh masyarakat terus memperkuat semangat gotong royong dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan. Ia berharap seluruh elemen bangsa bersatu demi mewujudkan Indonesia yang lebih maju, kuat, dan sejahtera.
“Mari kita berjuang bersama untuk bangsa dan rakyat Indonesia,” pungkas Prabowo.
-
POLITIK24/07/2026 07:00 WIBPrabowo Tuding Wartawan Londo Ireng
-
NASIONAL23/07/2026 20:30 WIBAbraham Samad: Prabowo Harus Awasi Proses Hukum Dugaan Korupsi Febrie
-
DUNIA23/07/2026 22:00 WIBHouthi Paksa Kapal di Laut Merah Putar Balik
-
EKBIS23/07/2026 21:00 WIBJumhur Hidayat Dorong Perusahaan Bentuk Divisi Biodiversitas dan Perdagangan Karbon
-
NUSANTARA23/07/2026 20:00 WIBTekan Kriminalitas Jalanan, Bandung Terapkan Jam Malam Pelajar dan Patroli Bersenjata
-
DUNIA23/07/2026 19:00 WIBMamdani Sebut Tak Punya Kuasa Tangkap Netanyahu
-
NASIONAL23/07/2026 19:30 WIBPBNU Minta Hotman Paris Hormati Wartawan dan Tak Seret Nama Prabowo
-
DUNIA24/07/2026 08:00 WIBTrump Ancam Serangan Masif ke Iran