JABODETABEK
Polisi Bantah Isu Desak-desakan Jadi Penyebab Jemaah Meninggal
AKTUALITAS.ID – Sebuah pengajian di Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, berakhir duka setelah seorang jemaah perempuan berusia 49 tahun meninggal dunia usai menghadiri kegiatan tersebut. Peristiwa ini menjadi perhatian publik setelah beredar video yang memperlihatkan kerumunan jemaah di pintu masuk gedung.
Dalam rekaman yang viral di media sosial, tampak banyak jemaah, mayoritas perempuan, berusaha memasuki lokasi pengajian. Kondisi di pintu masuk terlihat padat sehingga memunculkan dugaan bahwa korban meninggal akibat desak-desakan.
Namun, Kapolsek Leuwiliang Kompol Maryanto membantah dugaan tersebut. Berdasarkan penelusuran awal dan keterangan keluarga, korban diketahui memiliki riwayat penyakit sebelum menghadiri pengajian.
“Kami telusuri, ibu tersebut memang memiliki riwayat sakit. Informasi itu juga sudah dikonfirmasi kepada keluarga,” kata Maryanto, Sabtu (25/7/2026).
Menurut polisi, kegiatan pengajian sebenarnya dijadwalkan dimulai sekitar pukul 09.00 WIB, tetapi sejak Kamis malam banyak jemaah telah datang dan sebagian memilih menginap di sekitar lokasi untuk menunggu acara dimulai.
Aparat kepolisian, kata Maryanto, telah bersiaga sejak sore hari bersama panitia untuk memantau situasi di lokasi.
Di tengah tingginya antusiasme jemaah, korban dilaporkan sempat pingsan. Tim panitia bersama tenaga medis yang berada di lokasi langsung memberikan pertolongan pertama sebelum korban dirujuk ke rumah sakit.
“Anggota kami mendapat informasi ada jemaah yang pingsan. Panitia bersama dokter yang bertugas langsung melakukan penanganan, kemudian korban dibawa ke rumah sakit,” ujarnya.
Korban kemudian dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD). Namun, setelah mendapatkan penanganan medis, korban dinyatakan meninggal dunia.
Maryanto juga menyampaikan bahwa pihak keluarga menginformasikan korban memang sedang kurang sehat sebelum berangkat menghadiri pengajian.
Terkait video yang memperlihatkan kerumunan di pintu masuk, polisi menegaskan hingga saat ini belum menemukan bukti bahwa korban meninggal akibat desak-desakan. Polisi juga menyatakan kapasitas gedung dinilai masih memadai untuk kegiatan tersebut.
“Kapasitas gedung aman. Pengamanan juga kami lakukan sampai acara selesai,” kata Maryanto.
Hingga kini, tidak ada laporan mengenai korban lain akibat insiden tersebut. Polisi mengimbau masyarakat agar tidak menarik kesimpulan hanya berdasarkan potongan video yang beredar di media sosial dan menunggu informasi resmi berdasarkan hasil penelusuran aparat. (Irawan/Mun)
-
NASIONAL25/07/2026 18:00 WIBKuasa Hukum Don Ritto Nilai Kejagung Prematur Kaitkan Uang dan Emas dengan Febrie Adriansyah
-
RIAU25/07/2026 23:59 WIBHari Jadi ke-514 Bengkalis, Kasmarni Buka CFN dengan Sajian Budaya dan UMKM
-
NASIONAL25/07/2026 17:00 WIBFebrie Adriansyah Resmi Ditahan, Jamwas Kejagung Ungkap Alasan Tanpa Rompi Tahanan
-
RIAU25/07/2026 19:00 WIBRibuan Jamaah Padati Tabligh Akbar Habib Husein Ja’far di Bengkalis, Kasmarni Ingatkan Bahaya FOMO
-
NASIONAL25/07/2026 22:00 WIBFaisal Lohy Minta KPK Dalami Peran Eks Jampidsus
-
NASIONAL26/07/2026 06:00 WIBJubir Otorita IKN Ditemukan Tak Bernyawa di Rusun ASN
-
NASIONAL25/07/2026 20:00 WIBKasus Dugaan Pencabulan Anak di Tanjungbalai, DPR Minta Polisi Ungkap Seluruh Fakta
-
DUNIA25/07/2026 20:00 WIBHawa Neraka Teror Jepang Tembus 40C