Connect with us

POLITIK

PDIP Ungkap Jokowi Khianati Banyak Tokoh

Aktualitas.id -

Presiden Joko Widodo berpidato dalam Sidang Tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Tahun 2021 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Senin (16/8/2021). Sidang ini dilakukan secara luring dan daring dengan menghadirkan sejumlah tamu undangan. Adapun 60 undangan yang akan hadir secara fisik adalah presiden den wakil presiden, pimpinan MPR (10 orang), ketua fraksi/kelompok DPD (10 orang), pimpinan DPR (5 orang), ketua fraksi di DPR (9 orang), pimpinan DPD (4 orang), perwakilan subwilayah (4 orang) dan sisanya menyaksikan secara virtual. AKTUALITAS.ID/POOLAKURAT.CO/Sopian

AKTULITAS.ID – Dinamika perpolitikan nasional kembali memanas. Kemarahan Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), terhadap serangan terkait isu ijazah Joko Widodo (Jokowi) memantik respons keras dari PDI Perjuangan (PDIP). Politikus PDIP, Guntur Romli, secara blak-blakan menyinggung rekam jejak pengkhianatan Presiden ke-7 RI tersebut.

Pria yang akrab disapa Gunrom itu menegaskan bahwa partainya kini telah resmi menutup lembaran sejarah dengan Jokowi. PDIP enggan lagi dikait-kaitkan dengan mantan kadernya tersebut di ranah publik.

“PDI Perjuangan sudah tutup buku dengan Pak Jokowi, sudah dipecat. Tidak mau lagi membahas dan dikaitkan dengan Jokowi,” tegas Gunrom saat dihubungi wartawan, Senin (20/4/2026).

Menurut Gunrom, kemarahan JK belakangan ini seakan menyiratkan dan mengonfirmasi pola sikap Jokowi yang kerap melupakan jasa orang-orang di balik kesuksesan karier politiknya. Gunrom bahkan secara gamblang membeberkan deretan nama besar, baik dari internal partai maupun luar kubu, yang dinilai menjadi korban pengkhianatan Jokowi.

“Dari Bu Mega, Pak JK, Mas Hasto Kristiyanto, Mas Ganjar Pranowo, Mas Pramono Anung (dalam Pilkada DKI), Bu Risma, Pak Andika Perkasa, Mas FX Rudy, Pak Ahok juga, dan PDI Perjuangan,” urai Gunrom membeberkan daftar tersebut.

Bukan hanya loyalis partai banteng, Gunrom menyebut tokoh-tokoh dari seberang politik pun turut merasakan pil pahit yang sama. “Dan tidak hanya ke orang-orang PDI Perjuangan, juga pada Pak Anies Baswedan dan Pak Tom Lembong yang semuanya pernah membantu Jokowi,” tambahnya.

“Nama-nama yang saya sebut itu semua berkontribusi besar terhadap karir Jokowi, tapi apa balasannya? Pengkhianatan,” tandasnya.

Perseteruan narasi antara kubu JK dan Jokowi meruncing usai JK dilaporkan atas dugaan penistaan agama terkait ceramahnya di UGM. Publik menilai pelaporan ini merupakan imbas dari meluasnya pusaran isu ijazah Jokowi.

Dalam konferensi pers pada Kamis (18/4) lalu, JK dengan lantang mengingatkan publik dan para termul (istilah untuk pendengung/buzzer) tentang peran vitalnya membawa Jokowi menembus ibu kota pada Pilgub DKI Jakarta 2012. JK mengaku harus meyakinkan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang pada awalnya sempat menolak pencalonan Jokowi.

“Siapa yang bawa Jokowi ke Jakarta? Saya yang bawa ke Jakarta dari Solo untuk jadi Gubernur… Saya ke Ibu Mega, ‘Ibu ini ada calon baik orang PDIP’. ‘Ah jangan’. Saya datang lagi, akhirnya beliau setuju jadilah Gubernur,” ungkap JK menirukan momen krusial tersebut.

Tak sampai di situ, JK melontarkan peringatan tajam, “Kasih tahu semua itu termul-termul itu, Jokowi jadi Presiden karena saya. Kan tanpa Gubernur mana bisa jadi Presiden?”

Menanggapi rentetan kritik dan sentilan soal jasa masa lalu dari JK, Jokowi memilih memberikan jawaban singkat yang merendah. Mantan Wali Kota Solo itu enggan berpolemik lebih jauh.

“Ya, saya ini bukan siapa-siapa. Saya orang kampung,” ujar Jokowi singkat menanggapi pernyataan tersebut pada Senin (20/4/2026). (Bowo/Mun)

TRENDING

Exit mobile version