Berita
Perangi Pandemi Corona, Kuba Kirim Tenaga Medis ke Afrika Selatan
Kuba mengirim 216 petugas kesehatan ke Afrika Selatan untuk membantu memerangi pandemi virus Covid-19. Pengiriman tenaga medis ini merupakan bagian dari solidaritas sosial dan diplomasi medis. Kuba telah mengirim sekitar 1.200 tenaga medis ke sebagian besar negara-negara Afrika dan Karibia. Selain itu, Kuba juga mengirim tenaga medis ke negara-negara Eropa seperti Italia, yang sangat terpukul […]
Kuba mengirim 216 petugas kesehatan ke Afrika Selatan untuk membantu memerangi pandemi virus Covid-19. Pengiriman tenaga medis ini merupakan bagian dari solidaritas sosial dan diplomasi medis.
Kuba telah mengirim sekitar 1.200 tenaga medis ke sebagian besar negara-negara Afrika dan Karibia. Selain itu, Kuba juga mengirim tenaga medis ke negara-negara Eropa seperti Italia, yang sangat terpukul oleh pandemi virus korona.
Kuba mengkonfirmasi 1.377 kasus virus Covid-19 dengan 51 kematian. Negara tersebut memiliki jumlah dokter per kapita tertinggi di dunia. Kuba terkenal dengan fokus pencegahan berbagai macam penyakit di dalam negeri, termasuk perawatan kesehatan yang berorientasi komunitas dan kesiapan untuk memerangi pandemi.
“Keuntungan dari Kuba adalah bahwa mereka adalah model kesehatan masyarakat, salah satu yang ingin kami gunakan,” ujar Menteri Kesehatan Afrika Selatan Zweli Mkhize.
Afrika Selatan telah mencatat 4.361 kasus, dengan 86 kematian. Kuba dan Afrika Selatan memiliki hubungan khusus karena mendukung perang melawan apertheid, yakni konflik yang mencakup pasukan Kuba yang bertempur dan tewas di Angola selatan. Setelah Nelson Mandela dibebaskan dari penjara pada tahun 1990, ia berulang kali berterima kasih kepada pemimpin revolusioner Fidel Castro.
“Ini adalah masa solidaritas dan kerja sama. Jika kita bertindak bersama, kita dapat menghentikan penyebaran virus corona dengan cara yang lebih cepat dan lebih hemat biaya,” ujar Dute Besar Kuba untuk Afrika Selatan, Rodolfo BenÃtez Verson.
Kuba telah mengirim pasukan tenaga medis ke sejumlah tempat bencana dan wabah penyakit di seluruh dunia, terutama di negara-negara miskin sejak 1959. Para dokter Kuba berada di garis depan dalam melawan kolera di Haiti dan ebola di Afrika Barat pada 2010.
Kuba juga mengirim dokter dengan imbalan uang tunai ke sejumlah lokasi terpencil dan miskin. Layanan medis telah menjadi komoditas ekspor dan menjadi sumber pendapatan utama selain pariwisata dan gula. Kuba memiliki lebih dari 37.000 tenaga medis yang tersebar di 67 negara di seluruh dunia.
-
DUNIA01/02/2026 15:00 WIBIndonesia Sumbang Rp17 T untuk Rekonstruksi Gaza, Serangan Udara Israel Kembali Tewaskan 32 Orang
-
NUSANTARA01/02/2026 11:30 WIBKuta Selatan Bali Diguncang Gempa M 4,6, Pusat di Laut
-
DUNIA01/02/2026 12:00 WIBIran Siaga Perang! Panglima Militer Ancam Keamanan Israel Jika AS Nekat Menyerang
-
POLITIK01/02/2026 10:00 WIBRakernas PSI Berakhir, Misteri Mr J Belum Terpecahkan
-
NUSANTARA01/02/2026 09:30 WIBAsap Kuning Menyebar, Puluhan Warga Cilegon Jadi Korban Kebocoran Gas PT Vopak
-
NUSANTARA01/02/2026 15:30 WIBPantai Ujung Batu Padang Berduka, 3 Bocah Tewas Terseret Ombak
-
POLITIK01/02/2026 13:00 WIBMenko Pratikno Tegaskan Tidak Mengundurkan Diri dari Kabinet Prabowo
-
DUNIA01/02/2026 08:00 WIBDi Tengah Ancaman Armada Trump, Ledakan Misterius Hantam Jalur Minyak Vital Iran

















