Berita
Per Agustus 2020, Rasio Utang RI Berada di Level 34%
AKTUALITAS.ID – Rasio utang pemerintah terhadap produk domestik bruto (PDB) naik lagi. Per Agustus 2020, tercatat berada di level 34,53% terhadap PDB, angka ini naik dibandingkan posisi Juli yang sebesar 33,63%. Berdasarkan bahan rapat kerja (raker) Kementerian Keuangan bersama Komisi XI DPR yang dikutip, Senin (7/9/2020) posisi rasio utang pemerintah hingga Agustus ini masih di […]
AKTUALITAS.ID – Rasio utang pemerintah terhadap produk domestik bruto (PDB) naik lagi. Per Agustus 2020, tercatat berada di level 34,53% terhadap PDB, angka ini naik dibandingkan posisi Juli yang sebesar 33,63%.
Berdasarkan bahan rapat kerja (raker) Kementerian Keuangan bersama Komisi XI DPR yang dikutip, Senin (7/9/2020) posisi rasio utang pemerintah hingga Agustus ini masih di bawah target pemerintah hingga akhir tahun di level 32,96% terhadap PDB.
Masih dari bahan raker Kementerian Keuangan, peningkatan rasio utang pemerintah dipengaruhi oleh nilai tukar dan suku bunga penerbitan Surat Berharga Negara (SBN).
Perlu diketahui, Kementerian Keuangan mencatat jumlah utang pemerintah tembus Rp 5.434,86 triliun hingga akhir Juli 2020. Jika dibandingkan bulan yang sebesar Rp 5.264,07 triliun maka ada peningkatan Rp 170,79 triliun.
Namun jika dibandingkan dengan posisi akhir Juli 2019 ada peningkatan Rp 831,86 triliun. Pasalnya, posisinya utang pemerintah sebesar Rp 4.603 triliun di akhir Juli 2019.
Mengutip dokumen APBN KiTa, Kamis (27/8/2020), utang pemerintah ini terbagi dalam dua, yaitu pinjaman sebesar Rp 838,60 triliun dan surat berharga negara (SBN) sebesar Rp 4.596,26 triliun.
Jika dilihat lebih rinci lagi, utang pemerintah yang berasal dari pinjaman berasal dari dalam negeri sebesar Rp10,53 triliun dan luar negeri sebesar Rp 828,07 triliun. Khusus pinjaman luar negeri, terdiri dari bilateral Rp 318,24 triliun, multilateral Rp 465,03 triliun, commercial bank Rp 44,80 triliun, dan suppliers nihil.
Sementara yang berasal dari SBN sebesar Rp 4.596,26 triliun, terdiri dari SBN domestik sebesar Rp 3.351,13 triliun dan SBN dalam bentuk valas sebesar Rp 1.245,13 triliun.
-
NUSANTARA23/03/2026 06:00 WIBEddy Soeparno: Transisi Energi Penting Hadapi Krisis Global
-
EKBIS23/03/2026 13:00 WIBUltimatum 48 Jam Trump Picu Lonjakan Harga Minyak Dunia
-
NUSANTARA23/03/2026 06:30 WIBDua Prajurit Marinir Gugur dalam Kontak Senjata dengan KKB
-
JABODETABEK23/03/2026 07:30 WIB39 Ribu Wisatawan Serbu Ancol Saat Libur Lebaran
-
DUNIA23/03/2026 08:00 WIBDiancam Trump, Iran Siap Hancurkan Fasilitas Energi AS
-
NASIONAL23/03/2026 10:00 WIBPrabowo: Reformasi Polri Tak Hanya Lewat Komite
-
EKBIS23/03/2026 14:00 WIBSIA Hentikan Penerbangan ke Dubai Sampai 30 April 2026
-
NASIONAL23/03/2026 09:00 WIBIM57 Sebut KPK Pecahkan Rekor soal Tahanan Yaqut

















