Berita
Karena Keracunan Makanan, Raja Malaysia Dirawat di Rumah Sakit
Raja Malaysia Sultan Abdullah Ri’ayatuddin menjalani perawatan di rumah sakit karena keracunan makanan. Ia dilarikan ke rumah sakit Institut Jantung Negara. Istana Malaysia mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Raja akan kembali ke Istana Negara segera setelah menjalani berbagai perawatan. “Yang Mulia dalam kondisi stabil dan tidak ada alasan untuk khawatir,” kata pernyataan itu, Senin (28/9) […]
Raja Malaysia Sultan Abdullah Ri’ayatuddin menjalani perawatan di rumah sakit karena keracunan makanan. Ia dilarikan ke rumah sakit Institut Jantung Negara.
Istana Malaysia mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Raja akan kembali ke Istana Negara segera setelah menjalani berbagai perawatan.
“Yang Mulia dalam kondisi stabil dan tidak ada alasan untuk khawatir,” kata pernyataan itu, Senin (28/9) dilansir dari The Strait Times.
Pengawas Keluarga Kerajaan, Ahmad Fadil Syamsuddin menjelaskan bahwa Raja Abdullah mengalami keracunan makanan pada malam tanggal 21 September.
Namun, pemindaian magnetic resonance imaging (MRI) yang dilakukan keesokan harinya menunjukkan bahwa sang raja juga mengalami cedera saat berolahraga.
“Sebagaimana diketahui, Yang Mulia sangat aktif dalam berbagai olahraga termasuk polo, sepak bola, squash, hoki, dan golf. Perawatan yang dilakukan Yang Mulia di lutut dan pergelangan kaki berhasil dilakukan pada 24 September,” ucap Ahmad.
Lebih lanjut Ahmad berkata bahwa Raja sangat tersentuh dengan kepedulian masyarakat Malaysia terhadap kesehatannya. Raja pun melalui Ahmad menyampaikan ucapan terima kasih.
“Sultan sangat tersentuh dengan kepedulian masyarakat terhadap kesejahteraannya dan menyampaikan apresiasi serta terima kasih kepada semua orang yang telah mendoakan,” ujar dia.
Raja dirawat di rumah sakit satu hari sebelum melakukan audiensi dengan Kepala Oposisi Malaysia, Anwar Ibrahim untuk membahas klaimnya.
Anwar Ibrahim diketahui telah mengklaim bahwa dirinya mendapat dukungan luar biasa dari anggota parlemen negara untuk menjadi perdana menteri Malaysia yang baru.
Sementara dia juga pernah bilang bahwa pemerintahan Perdana Menteri Muhyiddin Yassin telah “runtuh”.
Di bawah Konstitusi Malaysia, Raja dapat menunjuk perdana menteri yang menurutnya kemungkinan besar akan memimpin mayoritas di Parlemen.
Di sisi lain, Raja dapat membubarkan Parlemen dan menyerukan pemilihan atas saran perdana menteri yang tengah menjabat.
Muhyiddin, yang memiliki mayoritas tipis di Parlemen, telah menolak klaim Anwar sebagai mayoritas dan menantangnya untuk membuktikan melalui proses konstitusional.
-
EKBIS27/03/2026 15:00 WIBRobert Leonard Marbun Dilantik Sebagai Sekjen Kemenkeu
-
OASE27/03/2026 05:00 WIBJika Zakat Fitrah Diberikan kepada Keluarga Sendiri
-
JABODETABEK27/03/2026 07:30 WIBLayanan SIM Keliling Tersedia di Lima Lokasi Jakarta
-
NUSANTARA27/03/2026 12:30 WIBDLH Karawang Uji Lab Air Sungai yang Diduga Tercemar
-
JABODETABEK27/03/2026 10:00 WIBHari ini Tarif Transjakarta Hanya Rp12
-
RAGAM27/03/2026 14:30 WIBLomban Syawalan Jepara Hadirkan Kirab Kerbau Bule
-
EKBIS27/03/2026 08:30 WIBRupiah Melemah Jadi Rp16.928 Per Dolar AS
-
OTOTEK27/03/2026 11:00 WIBBYD Rilis Mobil Listrik Terbaru

















