Berita
Pengaruh La Nina, BMKG Presdiksi Curah Hujan Tinggi di Sumsel Sampai April 2021
AKTUALITAS.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi Geofisika (BMKG) memprediksi curah hujan tahun depan lebih tinggi di atas normal. Banjir dan longsor perlu diwaspadai karena diperkirakan terjadi hingga April tahun depan. Koordinator BMKG Sumsel Stasiun Klimatologi Kelas I Palembang Nuga Putrantijo mengungkapkan, kondisi cuaca di Sumsel pengaruh dari fenomena La Nina di Samudera Pasifik yang akan berlangsung […]
AKTUALITAS.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi Geofisika (BMKG) memprediksi curah hujan tahun depan lebih tinggi di atas normal. Banjir dan longsor perlu diwaspadai karena diperkirakan terjadi hingga April tahun depan.
Koordinator BMKG Sumsel Stasiun Klimatologi Kelas I Palembang Nuga Putrantijo mengungkapkan, kondisi cuaca di Sumsel pengaruh dari fenomena La Nina di Samudera Pasifik yang akan berlangsung hingga April 2021. Kondisi ini juga terjadi di hampir seluruh wilayah Indonesia dengan intensitas curah hujan lebih tinggi dari normalnya.
“Tahun ini ada pengaruh La Nina, diperkirakan berlangsung sampai April 2021. Saat itu curah hujan lebih tinggi dari normalnya,” ungkap Nuga, Selasa (20/10).
Selain La Nina, kondisi itu juga dipengaruhi gelombang atmosfer ekuator berupa gelombang Madden Julian Oscillation (MJO) dan Kelvin, atau dari timur ke barat berupa gelombang Rossby. Aktivitas La Nina dan MJO inilah yang menjadi tumpukan awan berpotensi hujan.
Akibat situasi itu, bencana banjir dan longsor mengancam daerah aliran sungai (DAS) dan dataran tinggi. Daerah ini perlu menjadi perhatian agar dilakukan mitigasi bencana sejak dini sehingga tidak menimbulkan banyak kerugian, terlebih menyebabkan korban jiwa.
“DAS rawan banjir, sedengkan Sumsel bagian tengah dan barat waspada longsor,” ujarnya.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel Elbaroma mengatakan, pihaknya sudah memetakan daerah-daerah yang masuk dalam rawan banjir dan longsor. Wilayah rawan banjir tersebar di Palembang, Ogan Komering Ulu Timur, Ogan Komering Ulu Selatan, Musi Banyuasin, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, dan Ogan Ilir.
Sedangkan daerah rawan longsor berada di Lahat, Empat Lawang, Muara Enim, Ogan Komering Ulu Selatan, Lubuklinggau, dan Pagaralam. Daerah-daerah ini kerap terjadi bencana ketika musim hujan tiba.
“Diwaspadai juga angin kencang yang terjadi sewaktu-waktu di daerah-daerah itu bersamaan dengan hujan turun,” kata dia.
Untuk mengantisipasi akibat yang ditimbulkan dari banjir dan longsor, pihaknya sudah berkoordinasi dengan BPBD seluruh kabupaten dan kota untuk melakukan mitigasi bencana. Masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana diberikan pemahaman dan pengetahuan antisipasi dini.
“Kita cegah dampaknya seminimal mungkin, jangan sampai ada korban jiwa maupun luka. Karena risiko bencana tahun depan cukup besar,” pungkasnya.
-
EKBIS10/02/2026 11:30 WIBLanjut Naik! Cek Tabel Harga Emas Antam Hari Ini Selasa 10 Februari 2026
-
RAGAM10/02/2026 15:30 WIBLibur Panjang! Ini Kalender Libur Awal Ramadan dan Idulfitri 2026 untuk Siswa SD-SMA
-
NASIONAL10/02/2026 11:00 WIBRibuan Pasukan TNI AD Siap Berangkat ke Gaza untuk Misi Perdamaian
-
RAGAM10/02/2026 13:30 WIBBukan Cuma Hujan, Peneliti BRIN Ungkap 3 Penyebab Utama Jakarta Sering Banjir
-
POLITIK10/02/2026 14:00 WIBRespons Wacana Zulhas di Pilpres 2029, Sekjen PSI: Cawapres Urusan Pak Prabowo
-
RIAU10/02/2026 19:30 WIBKasus Gajah Mati di Konsesi PT RAPP Estate Ukui, Begini Penjelasan Kapolres Pelalawan
-
POLITIK10/02/2026 13:00 WIBPKS Belum Tentukan Sikap Soal Prabowo Maju Pilpres 2029
-
NASIONAL10/02/2026 11:46 WIBMenaker Yassierli Minta BLK Tidak Hanya Latih, Tapi Pastikan Lulusannya Bekerja

















