Berita
Menkeu Sri Mulyani: Mayoritas Bansos Covid-19 Diberikan untuk Perempuan
AKTUALITAS.ID – Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan sebagian besar bantuan, termasuk bantuan sosial (bansos), di masa pandemi covid-19 diberikan untuk perempuan. Hal ini dikarenakan dampak covid-19 lebih banyak dirasakan oleh perempuan. “Perempuan jelas menanggung beban lebih besar. Oleh karena itu, kebijakan bantuan melalui berbagai instrumen APBN fiskal di desain untuk diberikan benefit lebih banyak ke […]
AKTUALITAS.ID – Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan sebagian besar bantuan, termasuk bantuan sosial (bansos), di masa pandemi covid-19 diberikan untuk perempuan. Hal ini dikarenakan dampak covid-19 lebih banyak dirasakan oleh perempuan.
“Perempuan jelas menanggung beban lebih besar. Oleh karena itu, kebijakan bantuan melalui berbagai instrumen APBN fiskal di desain untuk diberikan benefit lebih banyak ke perempuan,” ujar Ani, sapaan akrabnya, dalam Webinar Perempuan Berdaya Indonesia Maju: Refleksi Awal Tahun 2021, Quo Vadis Perempuan Indonesia, Senin (4/1/2021).
Salah satu beban tambahan yang harus dipikul oleh kaum perempuan, yakni menjaga anak saat bekerja dari rumah (work from home/wfh).
Tidak hanya itu, banyak kaum perempuan juga harus membantu anaknya tetap sekolah melalui internet di rumah. “Itu tidak terjadi sebelumnya,” imbuh Ani.
Karena itu, pemerintah merancang beberapa jenis bantuan sosial (bansos) untuk perempuan. Bansos ini masuk dalam program penanganan pandemi covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional (PEN).
Salah satunya jenis bansos yang secara tidak langsung targetnya adalah perempuan adalah program keluarga harapan (PKH). Ani mengatakan hampir 90 persen keluarga penerima manfaat (KPM), kepala keluarganya adalah perempuan.
“Kami menganggap jika diberikan anggaran, tunai, yang diberikan keluarganya untuk bisa membiayai sekolah anak, untuk bisa melakukan imunisasi, bantu ibu hamil, maka uang harus dipegang oleh perempuan,” katanya.
Begitu juga dengan kartu sembako. Program itu bertujuan agar kebutuhan dapur tetap bisa dipenuhi oleh masyarakat, sehingga dananya harus dipegang oleh perempuan.
“Lalu bantuan langsung tunai (BLT) desa, banyak dipegang oleh kelompok perempuan. Bantuan beras, bantuan tunai sembako,” terang Ani.
Selain itu, pemerintah juga memberikan subsidi upah kepada pekerja bergaji di bawah Rp5 juta. Sebagian besar bantuan tersebut juga diberikan kepada perempuan.
Secara keseluruhan, pemerintah mengalokasikan dana untuk penanganan pandemi covid-19 dan PEN 2020 sebesar Rp695,2 triliun. Dana itu digelontorkan untuk beberapa klaster, seperti kesehatan, perlindungan sosial, sektoral k/l dan pemda, UMKM, pembiayaan korporasi, dan insentif usaha.
-
EKBIS31/12/2025 21:45 WIBCadangan Aset Kripto Indodax Dipertanyakan, OJK Diminta Tegakkan Aturan
-
RIAU31/12/2025 13:00 WIBKapolres Bengkalis Sampaikan Pengungkapan Kasus Sepanjang 2025
-
POLITIK31/12/2025 14:00 WIBWakil Ketua Komisi XIII DPR: Pilkada harus dipilih “secara langsung”
-
NASIONAL31/12/2025 10:00 WIBKasus CSR BI-OJK Meluas, KPK Dalami Dugaan Suap Rp 3 Miliar
-
EKBIS31/12/2025 10:30 WIBRupiah Menguat ke Level Rp16.697 per Dolar AS pada Rabu Pagi
-
NASIONAL31/12/2025 16:30 WIBKapolri Pimpin Upacara Kenaikan Pangkat Serentak Pati Hingga Tamtama
-
EKBIS31/12/2025 18:00 WIBPascabencana Sumatera, Wamentan Pastikan Pemulihan Sektor Pertanian
-
EKBIS31/12/2025 11:30 WIBHarga Emas Antam Stabil di Rp2,501 Juta per Gram pada Rabu Ini

















