Berita
Pemda Yogyakarta Tak Akan Berikan Sanksi Warga yang Menolak Divaksin COVID-19
AKTUALITAS.ID – Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tidak akan memberikan sanksi kepada warganya yang menolak untuk divaksin. Kebijakan Pemda DIY terhadap warga yang menolak divaksin ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY, Pembajun Setyaningastutie. Pembajun menuturkan jika kebijakan tak memberikan sanksi ini agar masyarakat yang mau divaksin COVID-19 benar-benar paham kegunaan dan manfaat dari […]
AKTUALITAS.ID – Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tidak akan memberikan sanksi kepada warganya yang menolak untuk divaksin. Kebijakan Pemda DIY terhadap warga yang menolak divaksin ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY, Pembajun Setyaningastutie.
Pembajun menuturkan jika kebijakan tak memberikan sanksi ini agar masyarakat yang mau divaksin COVID-19 benar-benar paham kegunaan dan manfaat dari vaksin. Walaupun demikian, kata Pembajun, kampanye untuk pemberian vaksin dan manfaatnya akan tetap digaungkan oleh Pemda DIY.
“Di DIY tidak akan diterapkan sanksi (bagi warga yang menolak vaksin) seperti di provinsi lain. Kemungkinan tidak ada reward dan punishment (bagi warga). Mungkin (nanti) ada ajakan dari pimpinan, dari Ngarso Dalem (Gubernur DIY Sultan HB X) untuk vaksinasi,” kata Pembajun, Senin, (11/1/2021).
Kebijakan tak memberikan sanksi kepada warga yang menolak divaksin, disebut Pembajun, sesuai dengan arahan Gubernur DIY, Sri Sultan HB X. Sultan HB X berkeinginan agar masyarakat tidak menjadi objek namun menjadi subjek dalam penanganan COVID-19.
“Kami ingin seperti pangendika (instruksi) Pak Gubernur. Membuat masyarakat sebagai subjek bahwa sadar vaksinasi ini terbaik untuk melindungi kita, melindungi keluarga, masyarakat, dan negara. Justru kesadaran yang kita inginkan,” ujar Pembajun.
Pembajun menjabarkan jika Pemda DIY tak ingin membangun kesadaran masyarakat atas vaksin dengan menggunakan ketakutan-ketakutan seperti adanya sanksi.
“Menurut kami kesadaran yang akan kita tumbuhkan. Bukan ketakutan yang ada di sana. Kita sadar bahwa harus dilakukan vaksinasi. Ini untuk herd immunity kalau terjadi (vaksinasi) artinya apa saling membantu saling menjaga juga,” ucap Pembajun.
Seperti diketahui, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menerapkan aturan sanksi bagi masyarakat yang menolak divaksin COVID-19. Berdasarkan Pasal 30 Perda Nomor 2 Tahun 2020, penolak vaksin COVID-19 akan didenda Rp5 juta.
Pasal 30 berbunyi: Setiap orang yang dengan sengaja menolak untuk dilakukan pengobatan dan/atau vaksinasi Covid-19, dipidana dengan pidana denda paling banyak sebesar Rp 5.000.000.
Pasal 30 perda tersebut diketahui digugat ke Mahkamah Agung (MA).
-
DUNIA21/03/2026 00:00 WIBIran Izinkan Tiga Negara ini Melintasi Selat Hormuz
-
NUSANTARA20/03/2026 13:30 WIBPuncak Arus Mudik di Jalur Nagreg Sudah Terlewati
-
NASIONAL20/03/2026 20:00 WIBMuhammadiyah Serukan Persatuan di Tengah Perbedaan Lebaran
-
RAGAM20/03/2026 14:00 WIBWijaya 80 dan Sal Priadi Rilis Single “Bulan Bintang-Garis Menyilang”
-
NUSANTARA20/03/2026 15:30 WIBLedakan Petasan Mengakibatkan Satu Orang Tewas di Semarang
-
NASIONAL20/03/2026 14:30 WIBKPK Fasilitasi 67 Tahanan untuk Salat Idul Fitri
-
NASIONAL20/03/2026 22:00 WIBKompolnas Kawal Ketat Transparansi Kasus Air Keras Aktivis KontraS
-
NASIONAL20/03/2026 23:00 WIBDPR Minta Kajian Mendalam Kebijakan WFH Imbas Harga Minyak

















