Berita
Kurang Menguntungkan, Indosat Pastikan akan Lepas Bisnis Satelit
AKTUALITAS.ID – PT Indosat Tbk atau ISAT memastikan akan melepas bisnis satelit karena dianggap tak lagi kompetitif dan kurang menguntungkan. Chief Legal and Regulatory Officer Indosat Natasha Nababan mengatakan perusahaan hanya akan berfokus pada bisnis utamanya sebagai penyedia layanan komunikasi, terutama di bisnis digital. “Karena memang secara skala ekonomi, dulunya perusahaan punya tiga sekarang tinggal […]
AKTUALITAS.ID – PT Indosat Tbk atau ISAT memastikan akan melepas bisnis satelit karena dianggap tak lagi kompetitif dan kurang menguntungkan.
Chief Legal and Regulatory Officer Indosat Natasha Nababan mengatakan perusahaan hanya akan berfokus pada bisnis utamanya sebagai penyedia layanan komunikasi, terutama di bisnis digital.
“Karena memang secara skala ekonomi, dulunya perusahaan punya tiga sekarang tinggal satu, itu tidak efisien lagi dan kami tidak bisa memberikan harga yang kompetitif untuk layanan satelit,” kata Natasha dalam paparan publik yang digelar virtual, Selasa (12/1/2021).
Ke depan, tutur Natasha, sumber daya yang tadinya di bisnis satelit itu akan disalurkan untuk bisnis utama perseroan.
“Perusahaan tidak akan lagi memiliki dan mengoperasikan satelit,” imbuhnya.
Seperti diketahui, belum lama ini Indosat telah melepaskan slot orbit satelit di 113 derajat BT yang telah berakhir masa operasinya. Berdasarkan keputusan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), posisi satelit Palapa D milik Indosat itu akan digantikan oleh satelit Telkom yang dioperasikan PT Telkom Satelit (Telkomsat).
Lihat juga: BEI Suspensi Saham Indosat dan Urban Jakarta Propertindo
“Kami juga di sini menyambut baik keputusan pemerintah baru-baru ini yang telah memilih Telkomsat untuk mengambil alih dan mengelola spot orbit satelit tersebut,” ucap Natasha.
Sebelumnya, posisi 113 BT rencananya akan diisi oleh Satelit Nusantara 2. Namun, Satelit Nusantara 2 yang diterbangkan pada bulan April 2020 mengalami gagal luncur.
Akibat kegagalan peluncuran itu, slot orbit 113 BT terancam dihapus oleh International Telecommunication Union (ITU). Penghapusan dilakukan jika Indonesia tidak dapat menempatkan satelit di slot orbit 113 BT dalam batas waktu yang ditetapkan.
Oleh karena itu, Kominfo mengajukan permohonan perpanjangan masa laku filing satelit Indonesia di slot orbit 113 BT. Radio Regulations Board ITU menerima permohonan itu dan memberikan perpanjangan waktu hingga 31 Desember 2024 untuk menempatkan satelit di slot orbit 113 BT.
Selanjutnya Kemenkominfo akan melakukan pemantauan dan pengawalan terhadap proses pengadaan satelit yang akan dilakukan oleh Telkomsat agar satelit dapat ditempatkan di slot orbit 113 BT sebelum 31 Desember 2024 sesuai dengan batas waktu yang ditetapkan oleh ITU.
-
EKBIS31/01/2026 10:30 WIBPertamina Turunkan Harga BBM Nonsubsidi, Ini Daftar Harga Terbaru
-
POLITIK31/01/2026 14:47 WIBPartai Gema Bangsa: Ambang Batas Tinggi Hilangkan Keterwakilan Suara Pemilih
-
RIAU31/01/2026 19:00 WIBSatu Oknum Polisi dan 4 Sipil Terlibat Narkoba Ikuti Rehabilitasi di RSJ Riau
-
EKBIS31/01/2026 11:30 WIBHarga Emas Antam Ambles ke Rp2,86 Juta, Cek Rincian Harga Buyback yang Ikut Terjun Bebas
-
POLITIK31/01/2026 14:00 WIBPKB: Penghapusan Ambang Batas Parlemen Bukan Solusi Ideal untuk Pemilu 2029
-
DUNIA31/01/2026 15:00 WIBMedia Israel: AS Siap Gempur Iran dalam Hitungan Jam
-
EKBIS31/01/2026 16:00 WIBCORE: Ketua OJK Baru Harus Sosok yang Berani
-
DUNIA31/01/2026 12:00 WIBTensi AS-Iran Makin Tinggi, Kapal Perusak USS Delbert D. Black Tiba di Timteng

















