Berita
Ratusan KK Terisolir Banjir di Karawang
AKTUALITAS.ID – Ratusan rumah di delapan kecamatan di Kabupaten Karawang Jawa Barat terendam banjir akibat cuaca ekstrem dalam sepekan. Selain rumah, akses penghubung antar desa terendam dan warga yang terdampak akibat banjir terpaksa diungsikan di di gedung serbaguna dan bangunan yang berada di dataran tinggi. Delapan kecamatan yang diterjang banjir itu di antaranya Ciampel, Karawang […]
AKTUALITAS.ID – Ratusan rumah di delapan kecamatan di Kabupaten Karawang Jawa Barat terendam banjir akibat cuaca ekstrem dalam sepekan. Selain rumah, akses penghubung antar desa terendam dan warga yang terdampak akibat banjir terpaksa diungsikan di di gedung serbaguna dan bangunan yang berada di dataran tinggi.
Delapan kecamatan yang diterjang banjir itu di antaranya Ciampel, Karawang Barat, Karawang Timur, Tegalwaru, Teluk Jambe Timur, Pangkalan, Tirtamulya dan Jatisari.
“Sebanyak 425 rumah terendam, terdampak 1,361 jiwa, yang mengungsi 315 jiwa,” ujar Kepala Seksi Pencegahan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat, Budi Budiman Wahyu dalam keterangan persnya, Minggu (21/2/2021).
Budi menerangkan, selain perumahan banjir juga merendam area pesawahan seluas 72 hektare di Desa Kamurang Kecamatan Tirtamulya. Tercatat di area tersebut banjir merendam 120 rumah.
“Akses jalan penghubung antara Kampung Kamurang dan Gombol Nangka serta Kalenetek tergenang air setinggi 50 meter dikarenakan luapan air dari Sungai Kali Semir,” terangnya.
Sementara itu, Anggota DPR RI dari Fraksi Golkar, Dedi Mulyadi mendistribusikan bantuan bagi warga yang terdampak banjir di Ranggagede Kecamatan Tanjungpura, Kabupaten Karawang. Warga setempat terpaksa mengungsi karena ketinggian air mencapai 1,5 meter. Bahkan, sebagian warga di daerah tersebut terisolasi.
“Sedikitnya ada 200 KK yang terisolasi oleh banjir. Alhamdulillah saya berhasil membawa kebutuhan logistik untuk mereka, terutama nasi kotak karena mereka kedinginan perlu segera menyantap makanan,” ujar Dedi.
Dedi menuturkan daerah tersebut sulit diakses. Mobil rombongan yang membawa bantuan sebagian tidak bisa kembali. “Mobil kami tinggal di lokasi, enggak bisa balik lagi. Banjirnya terlalu tinggi,” kata Dedi.
Dedi menilai, banjir kali ini di Kabupaten Karawang terbilang cukup parah. “Saat ini banjirnya memang parah, tetapi pikiran kita yang merusak alam dan lingkungan itu jauh lebih parah,” kata Dedi.
-
JABODETABEK14/03/2026 10:30 WIBDishub DKI Hentikan CFD Jakarta saat Libur Lebaran
-
NASIONAL14/03/2026 13:00 WIBAhmad Sahroni: Polisi Harus Transparan soal Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS
-
DUNIA14/03/2026 12:00 WIBCENTCOM Pastikan 6 Awak KC-135 Tewas dalam Kecelakaan
-
NASIONAL14/03/2026 14:00 WIBMenag: Umat Islam Dua Kali Rugi Jika Boikot Produk Pro-Israel
-
NASIONAL14/03/2026 09:00 WIBPRIMA Kecam Keras Dugaan Serangan Air Keras ke Aktivis KontraS
-
NUSANTARA14/03/2026 08:30 WIBBMKG: Eks-Siklon Nuri Picu Potensi Hujan Lebat di Indonesia
-
FOTO15/03/2026 02:42 WIBFOTO: Nurani Astra Serahkan 20 Unit Ambulans untuk Penanganan Bencana Aceh dan Sumatra
-
DUNIA14/03/2026 15:00 WIBIran: Perang Tak Bisa Dimenangkan dengan Cuitan