Berita
Militer Israel Klaim Tangkap Pemimpin Hamas di Tepi Barat
Militer Israel mengaku telah menangkap seorang pemimpin Hamas Sheikh Jamal al-Tawil di Tepi Barat. Dia dituduh mendirikan pangkalan bagi penguasa jalur Gaza itu di wilayah pendudukan Israel tersebut. Militer Israel mengatakan Sheikh Jamal al-Tawil ditangkap di kota Ramallah pada Selasa (1/6) malam. “Tawil terlibat dalam mengorganisir kerusuhan dan kekerasan serta pembentukan kembali markas Hamas di […]
Militer Israel mengaku telah menangkap seorang pemimpin Hamas Sheikh Jamal al-Tawil di Tepi Barat.
Dia dituduh mendirikan pangkalan bagi penguasa jalur Gaza itu di wilayah pendudukan Israel tersebut.
Militer Israel mengatakan Sheikh Jamal al-Tawil ditangkap di kota Ramallah pada Selasa (1/6) malam.
“Tawil terlibat dalam mengorganisir kerusuhan dan kekerasan serta pembentukan kembali markas Hamas di Ramallah,” kata militer Israel, Rabu (2/6) seperti dikutip dari AFP.
Juru bicara Hamas Hazem Qassem di Gaza membenarkan penangkapan itu.
Baca juga: AS Disebut Akan Beri Israel Rp14 T untuk Pemulihan Iron Dome
“Penangkapan pemimpin gerakan Jamal al-Tawil oleh pasukan pendudukan tidak akan memadamkan perlawanan di Tepi Barat,” katanya.
Penangkapan itu terjadi dua pekan setelah
Sementara itu juru bicara kementerian dalam negeri yang dikelola Hamas di Gaza Iyad al-Bozom, mengungkapkan dua militan Hamas tewas saat membongkar persenjataan Israel di wilayah itu.
Israel telah menangkap puluhan anggota Hamas dalam beberapa pekan terakhir di Tepi Barat, termasuk beberapa yang telah merencanakan mencalonkan diri dalam pemilu Palestina. Sedianya pemilu itu dijadwalkan akhir Mei tetapi ditunda oleh Presiden Mahmoud Abbas.
Palestina sendiri memiliki dua kelompok politik besar, Fatah dan Hamas. Hamas menguasai Jalur Gaza yang diblokade Israel, sementara Fatah mendominasi Otoritas Palestina di Tepi Barat.
Israel, Amerika Serikat dan Uni Eropa menganggap Hamas sebagai organisasi “teroris”.
Unjuk rasa warga Palestina pecah di Tepi Barat sejak awal Mei. Sedikitnya 30 warga Palestina tewas dalam bentrokan dengan pasukan Israel.
Sementara itu menurut data Dewan HAM PBB, 270 orang penduduk di Jalur Gaza, Tepi Barat dan Yerusalem Timur tewas dalam aksi kekerasan antara 10 sampai 21 Mei lalu. Sebanyak 68 korban tewas di antaranya adalah anak-anak.
Komisi Tinggi Dewan HAM PBB, Michele Bachelet, menyatakan serangan roket Hamas dari Jalur Gaza yang tidak membedakan sasaran sipil dan kombatan jelas melanggar hukum kemanusiaan dunia.
Sementara itu, lanjut Bachelet, serangan Israel ke Jalur Gaza menyebabkan kehancuran dan kerusakan terhadap infrastruktur warga sipil, bahkan merenggut korban jiwa.
-
JABODETABEK29/01/2026 15:30 WIBWaspada Hujan Panjang, Pemprov DKI Putuskan PJJ dan WFH Lanjut hingga 1 Februari
-
DUNIA29/01/2026 15:00 WIBAS Dorong Pelucutan Senjata Hamas Lewat Iuran Internasional Dewan Perdamaian
-
RIAU29/01/2026 16:00 WIBKomitmen Menjaga Marwah Institusi, Kapolda Riau Pimpin PTDH 12 Personel Pelanggaran Berat
-
NASIONAL29/01/2026 14:00 WIBBMKG Bantah OMC Picu Banjir Besar
-
DUNIA29/01/2026 19:00 WIBGagal Lakukan Perundingan, Trump Pertimbangkan Serangan Baru ke Iran
-
RIAU29/01/2026 20:00 WIBLima Ajang Wisata Riau Masuk Karisma Event Nusantara 2026
-
OTOTEK29/01/2026 14:30 WIBJudi Online Masih Menggila, PPATK Catat Transaksi Rp286 Triliun
-
NASIONAL29/01/2026 18:30 WIBKRI Prabu Siliwangi-321 Lakukan Uji Tembak Meriam 127 MM

















