Berita
Sepanjang 2021, BMKG Sebut 4 Wilayah di Indonesia Alami Peningkatan Gempa
AKTUALITAS.ID – Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menyebut beberapa wilayah di Indonesia mengalami peningkatan intensitas gempa dalam setahun belakangan. “Jadi memang kita mendeteksi adanya peningkatan frekuensi kegempaan di wilayah Indonesia,” kata Dwikorita usai peresmian pemasangan jaringan Seismograf di Candi Abang, Jogotirto, Berbah, Sleman, DIY, Sabtu (18/12/2021). Beberapa wilayah yang disebut Dwikorita […]
AKTUALITAS.ID – Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menyebut beberapa wilayah di Indonesia mengalami peningkatan intensitas gempa dalam setahun belakangan.
“Jadi memang kita mendeteksi adanya peningkatan frekuensi kegempaan di wilayah Indonesia,” kata Dwikorita usai peresmian pemasangan jaringan Seismograf di Candi Abang, Jogotirto, Berbah, Sleman, DIY, Sabtu (18/12/2021).
Beberapa wilayah yang disebut Dwikorita mengalami peningkatan intensitas kegempaan antara lain, selatan Pulau Jawa, barat Pulau Sumatera, selatan Selat Sunda, serta wilayah Indonesia timur, khususnya Laut Banda.
“Jumlah rata-ratanya meningkat dari tahun-tahun sebelumnya,” lanjut Dwikorita tanpa mengungkap perbandingannya.
Dwikorita menjelaskan, jaringan seismograf yang baru saja diresmikan di Candi Abang ini merupakan salah satu perangkat pendukung pendeteksi gempa. Termasuk, membantu meningkatkan performa kecepatan dan keakuratan informasi dan peringatan dini tsunami di BMKG.
Peresmian kali ini, menurut Dwikorita, menandai dimulainya instalasi 17 seismograf di seluruh wilayah Indonesia. BMKG turut didukung oleh ITB dan UGM untuk analisis lokasi dan pemasangannya.
“BMKG berupaya meningkatkan kecepatan, ketepatan dan akurasi (deteksi) gempa bumi. Untuk itu jumlah sensor gempa ini perlu ditambahkan, dirapatkan jaringannya,” sebutnya.
Dwikorita berharap kehadiran seismograf ini turut diimbangi dengan pelatihan mitigasi secara rutin, sehingga membangun masyarakat yang sadar dan tangguh terhadap bencana.Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Bambang Setiyo Prayitno menambahkan, sejauh ini pihaknya telah memasang shelter dan jaringan seismograf di 511 titik se-Indonesia.
Berdasarkan kajian para ahli, jumlah ini masih belum cukup guna memenuhi angka ideal jaringan seismograf untuk seluruh wilayah Indonesia.
“Berdasarkan hasil dengan para ahli, sekurang-kurangnya kita punya (butuh) 600 jaringan seismograf di seluruh Indonesia,” sebut Bambang.
“Mudah-mudahan akan terpenuhi, tapi untuk proses pembangunan dibutuhkan waktu, harus survei, cari lokasi, pembangunan shelter, baru diisi peralatannya. Jadi secara bertahap,” ujarnya.
-
NUSANTARA23/03/2026 06:00 WIBEddy Soeparno: Transisi Energi Penting Hadapi Krisis Global
-
OASE23/03/2026 05:00 WIBSurah Al-‘Alaq Ajarkan Pentingnya Ilmu dan Ibadah
-
JABODETABEK23/03/2026 05:30 WIBBMKG: Jakarta Didominasi Awan Tebal Senin 23 Maret
-
EKBIS23/03/2026 13:00 WIBUltimatum 48 Jam Trump Picu Lonjakan Harga Minyak Dunia
-
NUSANTARA23/03/2026 06:30 WIBDua Prajurit Marinir Gugur dalam Kontak Senjata dengan KKB
-
JABODETABEK23/03/2026 07:30 WIB39 Ribu Wisatawan Serbu Ancol Saat Libur Lebaran
-
DUNIA23/03/2026 08:00 WIBDiancam Trump, Iran Siap Hancurkan Fasilitas Energi AS
-
NASIONAL23/03/2026 09:00 WIBIM57 Sebut KPK Pecahkan Rekor soal Tahanan Yaqut

















