DUNIA
Diancam Trump, Iran Siap Hancurkan Fasilitas Energi AS
AKUTALITAS.ID – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran mengancam akan melancarkan serangan balasan jika fasilitas energi vitalnya menjadi target serangan Amerika Serikat.
Ancaman tersebut disampaikan oleh juru bicara Markas Pusat Khatam Al-Anbiya, Ebrahim Zolfaghari, sebagai respons atas ultimatum Presiden AS Donald Trump terkait pembukaan Selat Hormuz.
Sebelumnya, Trump memperingatkan Iran untuk segera membuka jalur pelayaran vital tersebut dalam waktu 48 jam. Jika tidak, AS disebut akan melancarkan serangan terhadap pembangkit listrik Iran, dimulai dari fasilitas terbesar.
Menanggapi ultimatum tersebut, Iran menegaskan tidak akan tinggal diam. Zolfaghari menyebut bahwa setiap serangan terhadap infrastruktur energi Iran akan dibalas dengan menargetkan fasilitas energi, teknologi informasi, hingga instalasi desalinasi milik AS dan sekutunya di kawasan.
“Jika infrastruktur kami diserang, maka seluruh infrastruktur vital pihak lawan akan menjadi sasaran,” tegasnya.
Eskalasi ini menjadi puncak dari ketegangan panjang antara Teheran dan Washington yang terus memanas dalam beberapa waktu terakhir. Retorika keras dari kedua pihak memperbesar risiko konflik terbuka di kawasan strategis dunia tersebut.
Situasi semakin kompleks mengingat latar belakang konflik yang melibatkan AS, Israel, dan Iran. Sebelumnya, serangan yang dilaporkan dilakukan oleh AS dan Israel terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, memicu respons balasan dari pihak Iran.
Sebagai reaksi, Iran disebut melancarkan serangan ke wilayah Israel serta beberapa target militer AS di kawasan. Aksi saling balas ini menunjukkan tingginya tensi yang berpotensi berkembang menjadi konflik lebih luas.
Awalnya, AS dan Israel menyebut serangan mereka sebagai langkah pencegahan terhadap program nuklir Iran. Namun, narasi tersebut kemudian berkembang dengan adanya indikasi dorongan perubahan kekuasaan di Iran.
Dengan meningkatnya ancaman terhadap jalur energi global seperti Selat Hormuz, para analis memperingatkan bahwa eskalasi konflik ini dapat berdampak besar terhadap stabilitas kawasan dan pasokan energi dunia. (Mun)
-
NUSANTARA23/06/2026 17:44 WIBPolda Jabar Utamakan Pemulihan Trauma YTR Sebelum Pemeriksaan
-
OLAHRAGA23/06/2026 18:00 WIBPemerintah Siapkan Program Besar untuk Timnas, Target Lolos Piala Dunia 2030
-
JABODETABEK23/06/2026 19:47 WIBJakarta Catat 2.269 Aduan Kekerasan, Kampus Didorong Jadi Ruang Aman
-
OLAHRAGA24/06/2026 04:30 WIBBrazil vs Skotlandia: Penentu Tiket Lolos Grup C Piala Dunia
-
JABODETABEK24/06/2026 05:30 WIBCuaca 24 Juni: Jakarta Tak Bisa Lepas dari Hujan Ringan
-
NUSANTARA23/06/2026 22:31 WIBHerman Deru Dorong Inovasi Daerah Hadapi Efisiensi Anggaran dan Keterbatasan Fiskal
-
POLITIK23/06/2026 19:25 WIBPDIP: Putusan MK Nomor 90 Jadi Titik Kontroversi Politik Gibran
-
NASIONAL23/06/2026 20:00 WIBKomisi VII Desak BPOM Rutin Inspeksi AMDK di Seluruh Indonesia

















