Connect with us

DUNIA

Target Operasi Israel Meluas: Petinggi Hamas di Lebanon Jadi Korban Serangan Udara

Aktualitas.id -

Ilustrasi, Jumlah warga Palestina yang tewas akibat serangan Israel yang sedang berlangsung di Jalur Gaza telah melampaui 35.000 orang, kata otoritas kesehatan di Gaza pada Minggu (12/5/2024). (Xinhua)

AKTUALITAS.ID – Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat tajam setelah seorang petinggi Hamas dilaporkan tewas dalam serangan drone Israel yang menghantam sebuah apartemen di Kota Sidon, Lebanon selatan, pada Jumat (4/4/2025). Hassan Farhat, tokoh penting dalam kelompok perjuangan Palestina tersebut, menjadi target utama serangan yang juga merenggut nyawa dua orang lainnya, demikian laporan dari media lokal Lebanon, Al Mayadeen.

Jaringan berita tersebut secara tegas membenarkan bahwa Farhat menjadi sasaran serangan Israel. Insiden ini terjadi di tengah intensifikasi serangan Israel di wilayah Lebanon selatan, yang meliputi Kota Naqoura, Nabatieh, dan Sidon, sejak Kamis (3/4/2025) malam waktu setempat, seperti yang dilaporkan oleh IRNA.

Tragisnya, kekerasan tidak hanya terjadi di Lebanon. Di Gaza, setidaknya 27 warga Palestina dilaporkan tewas akibat pemboman Israel terhadap sebuah sekolah, menurut keterangan dari Kementerian Kesehatan Palestina yang dilansir France 24. Serangan udara Israel pada Kamis tersebut menargetkan sebuah gedung sekolah di Kota Gaza yang berfungsi sebagai tempat penampungan bagi keluarga-keluarga yang mengungsi, menewaskan termasuk wanita dan anak-anak.

Secara keseluruhan, serangan udara Israel dilaporkan telah menyebabkan sedikitnya 100 warga Palestina kehilangan nyawa di seluruh Jalur Gaza. Pihak militer Israel menyatakan bahwa peningkatan serangan ini bertujuan untuk menekan dan mengusir Hamas dari wilayah tersebut.

Di sekolah yang menjadi sasaran di lingkungan Tuffah, Kota Gaza, jasad 14 anak-anak dan lima wanita telah ditemukan, dan jumlah korban tewas diperkirakan masih dapat bertambah mengingat beberapa dari 70 orang yang terluka berada dalam kondisi kritis, ungkap Juru Bicara Kemenkes Palestina, Zaher al-Wahidi. Peristiwa ini semakin memperdalam duka dan meningkatkan kekhawatiran akan eskalasi konflik yang terus berlanjut di kawasan tersebut. (Mun/Yan Kusuma)

TRENDING