Connect with us

DUNIA

Venezuela dalam Krisis: Siapa Pemimpin Usai Penangkapan Maduro

Aktualitas.id -

Ilustrasi, Dok: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Masa depan pemerintahan Venezuela berada dalam ketidakpastian setelah Presiden Nicolas Maduro dilaporkan ditangkap militer Amerika Serikat (AS) pada Sabtu (3/1/2025). Hingga kini, keberadaan Maduro dan istrinya, Cilia Flores, belum diketahui secara pasti, memicu spekulasi luas mengenai arah kekuasaan di negara Amerika Latin tersebut.

Penangkapan Maduro menjadi titik balik dramatis dalam konflik politik Venezuela. Oposisi, baik di dalam negeri maupun di pengasingan, memandang momen ini sebagai peluang krusial untuk mengambil alih kekuasaan. Pihak oposisi Venezuela sendiri selama ini menyatakan bahwa presiden yang sah adalah Edmundo González Urrutia, tokoh oposisi yang kini hidup di pengasingan.

Jurnalis senior CNN bidang keamanan, Tim Lister, menganalisis setidaknya tiga skenario utama yang berpotensi terjadi pasca-ditangkapnya Nicolas Maduro.

1 – Jalur Konstitusional

Mengacu pada Konstitusi Venezuela, apabila presiden berada dalam kondisi “ketiadaan mutlak”, maka kekuasaan akan dialihkan kepada Wakil Presiden Delcy Rodríguez.

Dalam skenario ini, Delcy Rodríguez akan mengambil alih pemerintahan sementara dan menyelenggarakan pemilihan presiden dalam waktu 30 hari. Presiden terpilih selanjutnya akan menjabat penuh selama enam tahun sesuai ketentuan konstitusi.

2 – Rezim Maduro Runtuh

Skenario kedua adalah kolapsnya rezim Maduro, terutama jika para pejabat senior mengundurkan diri atau melarikan diri. Dalam kondisi ini, kekuasaan berpotensi jatuh ke tangan oposisi.

Tokoh yang paling berpeluang adalah Edmundo González Urrutia, rival Maduro dalam Pilpres 2024. González merupakan akademisi sekaligus diplomat senior yang saat ini berada di pengasingan di Spanyol. Ia didukung oleh aktivis demokrasi María Corina Machado, peraih Hadiah Nobel Perdamaian terbaru.

Machado bahkan mengklaim bahwa gerakan oposisi telah menyiapkan transisi kekuasaan yang tertib dan damai setelah Maduro lengser. Pada Desember 2024 lalu, ia juga menyebut pernah ditawari posisi wakil presiden oleh González.

3 – Pengambilalihan oleh Militer

Skenario ketiga adalah pengambilalihan kekuasaan oleh militer. Dalam situasi tanpa presiden, pemerintahan berpotensi dipimpin oleh Menteri Pertahanan Vladimir Padrino López.

Usai serangan AS, López menyatakan bahwa Venezuela akan melawan kehadiran pasukan asing di wilayahnya.
“Invasi ini merupakan penghinaan terbesar yang pernah dialami negara,” ujarnya.

Penangkapan Maduro oleh AS

Presiden AS Donald Trump sebelumnya membuat pengumuman mengejutkan dengan menyatakan bahwa pasukan AS telah menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Melalui platform Truth Social, Trump mengklaim bahwa Maduro dan istrinya sedang diterbangkan keluar dari wilayah Venezuela.

Pengumuman ini disebut sebagai puncak dari tekanan berbulan-bulan pemerintahan AS untuk menggulingkan Maduro. Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat telah melancarkan “serangan skala besar terhadap Venezuela” dengan bekerja sama bersama aparat penegak hukum AS.

Sebelum pengumuman tersebut, militer AS dilaporkan melakukan serangan di Caracas dan sejumlah wilayah lain, termasuk pangkalan militer utama Fortuna, yang memicu ledakan besar pada Sabtu pagi waktu setempat. Saksi mata menyebutkan terlihat kepulan asap hitam pekat serta aktivitas jet tempur yang terbang rendah di atas kota.

Hingga kini, dunia internasional masih menanti kejelasan mengenai siapa yang akan memimpin Venezuela dan bagaimana transisi kekuasaan akan berlangsung di tengah situasi geopolitik yang kian memanas. (Mun)

TRENDING