Connect with us

DUNIA

Sebut Preseden Berbahaya, Anwar Ibrahim Desak AS Segera Bebaskan Nicolas Maduro

Aktualitas.id -

PM Malaysia Anwar Ibrahim (Foto: AFP)

AKTUALITAS.ID – Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, menyampaikan keprihatinan serius atas tindakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang melancarkan operasi militer dengan menangkap Presiden Venezuela, Nicolàs Maduro. Anwar menilai langkah tersebut sebagai pelanggaran nyata terhadap hukum internasional dan kedaulatan negara.

Pernyataan itu disampaikan Anwar melalui unggahan di akun Instagram resminya. Dalam unggahan tersebut, Anwar menegaskan bahwa penggunaan kekuatan militer oleh satu negara terhadap kepala pemerintahan negara lain tidak dapat dibenarkan dalam tatanan hukum internasional.

“Tindakan tersebut merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional dan merupakan penggunaan kekuatan yang melanggar hukum terhadap negara berdaulat,” tulis Anwar Ibrahim.

Anwar juga mendesak agar Presiden Venezuela Nicolàs Maduro beserta istrinya, yang turut ditangkap dalam operasi tersebut, segera dibebaskan. Menurutnya, penangkapan paksa terhadap kepala negara yang sedang menjabat berpotensi menciptakan preseden berbahaya dalam hubungan internasional.

Ia menilai tindakan Amerika Serikat dapat mengikis batas-batas penggunaan kekuasaan antarnegara serta melemahkan kerangka hukum global yang selama ini menjadi fondasi tatanan internasional.

“Apa pun alasannya, pemecatan paksa kepala pemerintahan yang sedang menjabat melalui tindakan eksternal menciptakan preseden yang berbahaya,” ujar Anwar.

Lebih lanjut, Anwar Ibrahim menegaskan bahwa rakyat Venezuela memiliki hak penuh untuk menentukan masa depan politik mereka sendiri tanpa campur tangan kekuatan asing. Ia mengingatkan bahwa sejarah menunjukkan perubahan kepemimpinan yang dipaksakan melalui intervensi eksternal sering kali menimbulkan dampak negatif yang lebih besar.

“Dalam banyak kasus, intervensi eksternal justru membawa lebih banyak kerugian daripada manfaat bagi rakyat negara yang bersangkutan,” katanya.

Anwar juga menekankan komitmen Malaysia dalam menjunjung tinggi prinsip penghormatan terhadap hukum internasional dan kedaulatan negara sebagai landasan utama hubungan damai antarbangsa.

“Malaysia menganggap penghormatan terhadap hukum internasional dan kedaulatan sebagai hal yang terpenting untuk hubungan damai antar negara,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa pendekatan dialog, keterlibatan konstruktif, serta de-eskalasi konflik merupakan jalan paling kredibel untuk melindungi warga sipil dan memungkinkan rakyat Venezuela memperjuangkan aspirasi politik mereka tanpa ancaman kekerasan.

Sebelumnya, Presiden Venezuela Nicolàs Maduro dan istrinya dilaporkan ditangkap oleh pasukan khusus Amerika Serikat dalam operasi militer yang dilakukan sebelum fajar pada Sabtu (3/1). Operasi tersebut juga disertai serangan udara ke sejumlah titik di dalam dan sekitar ibu kota Venezuela, Caracas.

Setelah ditangkap, Maduro dan istrinya dilaporkan diterbangkan ke Amerika Serikat menggunakan helikopter dan dibawa ke New York. Di sana, keduanya disebut akan menghadapi dakwaan terkait dugaan perdagangan narkoba dan senjata.

Pernyataan Anwar Ibrahim menambah deretan reaksi internasional yang menyoroti dampak geopolitik dan implikasi hukum dari operasi militer Amerika Serikat terhadap Venezuela. (Mun)

TRENDING