RIAU
240 Personel Manggala Agni Dikerahkan Padamkan Karhutla di Riau
AKTUALITAS.ID – Sejumlah titik kebakaran teridentifikasi tersebar di Kabupaten Kampar, Bengkalis, Siak, dan Pelalawan. Lahan yang terdampak memiliki status beragam, mulai dari Hutan Produksi, Kawasan Konservasi, hingga Areal Penggunaan Lain.
Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengerahkan 240 personel Manggala Agni untuk memastikan bahwa upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau terus intensif.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengungkapkan bahwa situasi di lapangan saat ini sangat dinamis akibat kombinasi cuaca kering dan angin kencang. Strategi utama yang diterapkan saat ini adalah pelokalisasian titik api secara ketat untuk memutus jalur perambatan.
“Strategi utama saat ini adalah menahan pergerakan api agar tidak memperluas area terdampak. Pengerahan personel dan dukungan lintas wilayah kami lakukan secara terukur,” katanya di Pekanbaru, Rabu (18/2/2026).
Dia mengatakan 160 personel fokus pada pemadaman langsung, sementara 80 lainnya disiagakan khusus untuk patroli rutin dan deteksi dini titik api baru. Tim gabungan ini bergerak bersama unsur Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika, TNI, Polri, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah setempat.
Dalam operasi ini pihaknya juga melakukan mobilisasi personel tambahan dari berbagai daerah operasi untuk memperkuat daerah yang dilanda karhutla. Satu regu tambahan dari Daops Rengat telah digeser ke Pulau Mendol, Pelalawan, sementara Daops Siak dikirim ke Bengkalis.
“Bahkan, dukungan personel dari luar provinsi, yakni Daops Bukit Tempurung, Jambi, juga telah dikerahkan khusus untuk membantu pemadaman di wilayah Dumai,” ungkapnya.
Lokasi api terpantau berada sangat dekat dengan perkebunan sawit milik masyarakat maupun perusahaan, serta berbatasan langsung dengan kawasan permukiman warga. Tantangan terbesar dalam proses pemadaman adalah kondisi lahan gambut yang sangat kering akibat nihilnya hujan selama hampir 20 hari.
“Data di lapangan menunjukkan muka air tanah sudah berada pada posisi minus sekitar 90 sentimeter, yang menyebabkan bahan bakar vegetasi di bawah permukaan sangat mudah terbakar dan sulit dipadamkan total secara manual,” ujarnya.
(Bambang Irawan/goeh)
-
Berita21/07/2026 20:50 WIBPekerja Pertamina Balongan Gelar Aksi Melawan ‘Sunat’ Upah akibat Pergantian Vendor
-
RIAU22/07/2026 10:52 WIBDiikuti 15.080 Pelari, Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Ekonomi Daerah Rp58,9 Miliar
-
NASIONAL21/07/2026 20:30 WIBKPK Sita Barang Bukti Rp9,06 Miliar dalam OTT Korupsi Pemkab Lombok Barat
-
POLITIK22/07/2026 11:00 WIBSaan Tegaskan RUU Pemilu Tak Ganggu Agenda Pemilu
-
NASIONAL22/07/2026 07:00 WIBBaru Sebulan Menjabat, Kepala BGN Pilih Mundur
-
NASIONAL21/07/2026 17:00 WIBGERTAK: Presiden Prabowo Tak Pernah Intervensi Penegakan Hukum Kasus Febrie
-
JABODETABEK22/07/2026 05:30 WIBBMKG: Jakarta Didominasi Cuaca Berawan
-
JABODETABEK21/07/2026 16:30 WIBAtlet Golf Jesslyn Diduga Diculik Saat Pesta Ultah Keluarga

















