OTOTEK
Sistem Penggerak Hibrida Baru Dihadirkan Horse Powertrain
AKTUALITAS.ID – Sistem penggerak baru Horse Powertrain dirancang untuk beroperasi menggunakan bensin dari Repsol yang diproduksi menggunakan bahan baku terbarukan.
Perusahaan bidang sistem penggerak Horse Powertrain pada Februari 2026 menghadirkan sistem penggerak hibrida baru yang dirancang untuk beroperasi menggunakan 100 persen bensin dari bahan baku terbarukan.
Menurut siaran CarNewsChina pada Kamis (19/2), sistem penggerak baru dari perusahaan patungan milik Geely, Renault Group, dan Aramco tersebut didasarkan pada konsep mesin hibrida Horse H12 yang dikembangkan bersama perusahaan energi Spanyol, Repsol.
Menurut perusahaan-perusahaan tersebut, mesin ini mencapai efisiensi termal rem puncak sebesar 44,2 persen.
Dalam kondisi uji Worldwide Harmonised Light Vehicle Test Procedure (WLTP), konsumsi bahan bakarnya dilaporkan kurang dari 3,3 liter per 100 km atau sekitar 40 persen lebih rendah daripada rata-rata Eropa tahun 2023 untuk mobil penumpang baru.
Konsep H12 menggunakan rasio kompresi tinggi 17:1, sistem resirkulasi gas buang yang didesain ulang, turbocharging yang dioptimalkan, dan kalibrasi transmisi khusus hibrida.
Perubahan ini ditujukan untuk meningkatkan efisiensi pembakaran dan pemulihan energi dalam konfigurasi penggerak hibrida.
Menurut perusahaan, kendaraan berukuran menengah yang menggunakan sistem hibrida ini dapat mengurangi emisi CO₂ sekitar 1,77 ton per tahun dibandingkan dengan kendaraan bensin konvensional dengan asumsi jarak tempuh tahunan 12.500 km.
Perusahaan-perusahaan tersebut menyatakan bahwa kendaraan demonstrator pertama yang menggunakan sistem hibrida baru diharapkan bisa ditampilkan pada awal tahun 2026.
Horse Powertrain didirikan tahun 2024 sebagai pemasok independen yang menggabungkan operasi mesin pembakaran internal dan sistem penggerak hibrida dari Geely dan Renault.
Perusahaan yang mengoperasikan 17 pabrik serta lima pusat penelitian dan pengembangan secara global ini memasok mesin dan sistem hibrida ke merek seperti Renault, Geely Auto, Volvo Cars, Nissan, Mitsubishi Motors, dan Proton.
(Purnomo/goeh)
-
DUNIA19/10/2026 15:00 WIBDemo Mahasiswa dan Kenaikan Biaya Hidup Picu Kekacauan di Belgia
-
JABODETABEK19/10/2026 05:30 WIBBMKG Ungkap Suhu dan Kelembapan Jakarta pada Senin 19 Oktober 2026
-
NUSANTARA19/10/2026 08:30 WIBKemenkes Catat 2.609 Kasus ISPA pada 17 Oktober 2026
-
DUNIA19/10/2026 12:00 WIBHakim Timothy J. Kelly Perintahkan Pemerintah Trump Pertahankan Akses Pers
-
POLITIK19/10/2026 07:00 WIBGolkar Bidik Ambang Batas Parlemen 5 Persen
-
RAGAM19/10/2026 08:15 WIBBukan Sekadar Warehouse Sale, FYP Abby and Gail Ajak Gen Z Kenali Kebutuhan Kulit
-
NASIONAL19/10/2026 11:00 WIBPDI Perjuna Desak Moratorium Hutan untuk Mencegah Karhutla
-
NUSANTARA19/10/2026 11:00 WIBBMKG Ingat Puncak Musim Hujan Bisa Datang Lebih Ekstrem

















