Connect with us

DUNIA

Saudi Klaim Gagalkan Serangan Udara Houthi ke Ibu Kota

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Ketegangan antara Arab Saudi dan kelompok Houthi kembali memanas. Riyadh mengklaim berhasil mencegat dan menghancurkan empat pesawat nirawak atau drone yang diluncurkan kelompok Houthi dari Yaman dan mengarah ke sejumlah wilayah strategis, termasuk ibu kota Arab Saudi.

Pencegatan tersebut terjadi di tengah meningkatnya eskalasi konflik yang kembali berkobar sejak Juli 2026, setelah beberapa tahun relatif mereda. Ancaman serangan drone dan rudal kini kembali menjadi momok bagi kerajaan minyak terbesar di Timur Tengah itu.

Juru bicara koalisi militer pimpinan Arab Saudi, Turki al-Malki, mengatakan pertahanan udara berhasil menggagalkan serangan yang menyasar Riyadh serta beberapa wilayah lain.

“Kami telah mencegat dan menghancurkan empat pesawat nirawak dalam beberapa jam terakhir di wilayah Riyadh, Provinsi Timur, dan wilayah Selatan,” ujar Al-Malki.

BACA JUGA  Kamboja Tuduh Thailand Bombardir Perbatasan Pakai Jet F-16, 55 Orang Tewas

Arab Saudi memimpin koalisi militer yang mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional dalam perang melawan kelompok Houthi yang menguasai sebagian besar wilayah utara negara tersebut.

Dalam beberapa bulan terakhir, konflik kembali meningkat tajam. Kelompok Houthi disebut berulang kali meluncurkan serangan menggunakan rudal dan drone ke berbagai target strategis Arab Saudi, termasuk instalasi minyak, bandara, hingga kapal tanker.

Pemerintah Saudi juga kembali menuding Iran sebagai pihak yang berada di belakang peningkatan intensitas serangan Houthi. Riyadh menilai dukungan Teheran menjadi faktor utama yang memperpanjang konflik di kawasan.

Namun tuduhan tersebut langsung dibantah Iran. Pemerintah Teheran menegaskan bahwa solusi militer tidak akan menyelesaikan konflik yang sudah berlangsung bertahun-tahun tersebut.

BACA JUGA  Serangan Drone Israel di Jenin Tewaskan Dua Warga Palestina

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan negaranya mendukung penyelesaian politik secara menyeluruh sebagai jalan keluar yang paling realistis dan berkelanjutan bagi konflik Yaman.

Iran bahkan kembali menawarkan diri sebagai mediator untuk menjembatani dialog antara pihak-pihak yang bertikai. Namun hingga kini belum ada respons resmi dari Arab Saudi terkait tawaran tersebut.

Sementara itu, situasi di lapangan terus memburuk. Arab Saudi telah melancarkan serangan udara balasan ke sejumlah wilayah yang dikuasai Houthi di Yaman setelah kelompok itu mencatat kemajuan signifikan dalam operasi militernya selama beberapa pekan terakhir.

Di sisi lain, media yang berafiliasi dengan Houthi menuduh serangan udara Saudi pada Sabtu (17/10/2026) menghantam kawasan permukiman sipil di provinsi Dhamar dan Taiz. Sedikitnya 12 orang dilaporkan tewas dalam serangan tersebut.

BACA JUGA  Serangan Udara Junta Myanmar Tewaskan 20 Warga Sipil Termasuk Anak di Vihara Sagaing

Perkembangan terbaru ini menunjukkan konflik Yaman kembali memasuki fase berbahaya. Serangan drone, serangan udara balasan, dan saling tuding antara Arab Saudi serta Iran menandakan stabilitas kawasan Timur Tengah masih jauh dari kata aman. (Mun)

TRENDING