DUNIA
Saudi Minta Houthi Diputus dari Pasokan Senjata
AKTUALITAS.ID – Arab Saudi menyatakan dukungan penuh terhadap pernyataan Presiden Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) yang mengecam serangan kelompok Houthi dan menyerukan langkah konkret untuk mencegah kelompok tersebut memperoleh senjata serta dukungan militer lainnya.
Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya eskalasi konflik Yaman yang kembali memanas setelah periode relatif tenang sejak gencatan senjata pada April 2022.
Dalam keterangan resminya, Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menyambut baik sikap tegas DK PBB terhadap serangan Houthi yang terus berlanjut dan semakin intensif. Serangan-serangan tersebut diklaim menyasar berbagai target strategis, termasuk bandara dan infrastruktur energi kerajaan.
Selain itu, Riyadh juga menyoroti kecaman Dewan Keamanan terhadap ancaman yang ditimbulkan Houthi terhadap jalur pelayaran internasional di Laut Merah dan Selat Bab al-Mandeb, salah satu rute perdagangan paling vital di dunia.
“Kerajaan menegaskan pentingnya pelaksanaan penuh Resolusi Dewan Keamanan 2216 tahun 2015 dan resolusi-resolusi berikutnya, termasuk kerja sama praktis guna mencegah kelompok Houthi teroris memperoleh senjata dan berbagai bentuk dukungan lainnya,” demikian pernyataan Kemlu Saudi.
Resolusi 2216 yang diadopsi PBB menuntut Houthi segera menghentikan penggunaan kekerasan, menarik diri dari wilayah yang mereka kuasai termasuk ibu kota Sanaa, serta menyerahkan senjata yang direbut dari institusi militer dan keamanan Yaman.
Resolusi tersebut juga meminta kelompok itu menghentikan tindakan yang menghambat pemerintahan Yaman yang diakui secara internasional, sekaligus menjamin akses bantuan kemanusiaan dan layanan medis bagi warga sipil yang terdampak konflik.
Arab Saudi dalam pernyataannya kembali menegaskan haknya berdasarkan hukum internasional untuk mengambil semua langkah yang diperlukan guna menjaga keamanan nasional serta melindungi warga negaranya dari ancaman lintas batas.
Sikap Riyadh ini muncul tak lama setelah Presiden DK PBB mengadopsi pernyataan yang mengecam serangan Houthi terhadap Arab Saudi. Dewan juga menyerukan kerja sama internasional, termasuk bersama pemerintah Yaman, demi menghentikan arus pasokan senjata dan material yang dapat memperkuat kemampuan kelompok tersebut.
Ketegangan meningkat tajam sejak Juli lalu ketika pertempuran antara pemerintah Yaman yang didukung koalisi pimpinan Arab Saudi dan kelompok Houthi kembali pecah. Situasi ini mengakhiri periode relatif stabil yang sempat tercipta setelah gencatan senjata.
Pada Kamis lalu, koalisi pimpinan Saudi melaporkan serangan Houthi yang menargetkan bandara di wilayah Arab Saudi menewaskan sedikitnya 19 orang dan menyebabkan 364 lainnya mengalami luka-luka.
Perkembangan terbaru ini menunjukkan bahwa konflik Yaman masih jauh dari kata selesai. Di tengah meningkatnya ancaman terhadap keamanan regional dan jalur perdagangan internasional, tekanan global terhadap Houthi diperkirakan akan semakin kuat, terutama terkait upaya memutus akses kelompok tersebut terhadap persenjataan dan dukungan logistik. (Mun)
-
NASIONAL18/10/2026 06:00 WIBAsap Karhutla Meluas, Eddy Soeparno Dorong AI untuk Memburu Titik Api
-
JABODETABEK18/10/2026 05:30 WIBBMKG: 6 Wilayah Jakarta Cerah Membara Minggu Ini
-
NASIONAL18/10/2026 04:30 WIBSenator ProDem Desak Prabowo Bentuk Satgas Khusus Usut Dugaan Karhutla
-
RIAU18/10/2026 10:30 WIBDPRD Bengkalis Tekankan Pendidikan Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat
-
NASIONAL18/10/2026 13:00 WIBProDem Desak RUU Masyarakat Adat Segera Disahkan
-
NUSANTARA18/10/2026 06:30 WIBLima Kawasan Gunung di Jatim Terbakar
-
DUNIA18/10/2026 08:00 WIBSingapura Ungkap 7 Perusahaan Diduga Picu Asap Karhutla RI
-
POLITIK18/10/2026 11:00 WIBMTI Minta Parpol Gunakan Rekam Jejak untuk Menyeleksi Pemimpin

















