Connect with us

NUSANTARA

Hotspot Kalteng Melonjak dari 19 ke 92 Titik

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mencatat jumlah titik panas atau hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi di Indonesia mencapai 270 titik hingga Sabtu (17/10/2026) pukul 21.00 WIB. Secara nasional angka tersebut memang turun 84 titik dibandingkan hari sebelumnya, namun situasi berbeda justru terjadi di Kalimantan Tengah (Kalteng) yang mengalami lonjakan signifikan.

Berdasarkan data Sistem Pemantauan Karhutla (SiPongi), jumlah hotspot di Kalimantan Tengah melonjak drastis dari 19 titik menjadi 92 titik hanya dalam satu hari. Lonjakan tersebut menjadikan Kalteng sebagai wilayah dengan titik panas terbanyak di Indonesia saat ini.

“Secara nasional terdeteksi 270 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi atau high confidence, di mana jumlah tersebut turun 84 titik dibandingkan sehari sebelumnya,” demikian keterangan Kemenhut.

Meski tren nasional menunjukkan penurunan, pemerintah menegaskan bahwa risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) belum bisa dianggap mereda.

BACA JUGA  Orang Utan Sempurna Mati, DPR: Karhutla Kalbar Alarm Keras

Di enam provinsi prioritas penanganan karhutla, jumlah hotspot turun dari 177 menjadi 125 titik. Namun dominasi Kalimantan Tengah membuat kewaspadaan tetap berada pada level tinggi.

Setelah Kalteng dengan 92 titik panas, Kalimantan Barat tercatat memiliki 22 titik, Sumatera Selatan sembilan titik, dan Kalimantan Selatan dua titik. Sementara Provinsi Jambi dan Riau dilaporkan tidak memiliki hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi.

Kementerian Kehutanan menegaskan bahwa lonjakan yang terjadi di Kalimantan Tengah menjadi alasan utama mengapa operasi lapangan terus diperkuat.

“Meski secara nasional menurun kondisi setiap wilayah berbeda karena di Kalimantan Tengah hotspot justru meningkat dari 19 menjadi 92 titik sehingga operasi lapangan tetap diperkuat dan kewaspadaan tidak dikurangi,” tegas Kemenhut.

BACA JUGA  Ojol Palembang Meninggal Usai Sesak Napas di Tengah Kabut Asap

Untuk mengendalikan situasi, pemerintah terus mengoptimalkan berbagai langkah penanganan. Salah satunya melalui operasi water bombing atau pengeboman air yang dilakukan pada wilayah terdampak kebakaran.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan penggunaan dry ice dalam operasi modifikasi cuaca guna membantu mengurangi kabut asap sekaligus memperbaiki jarak pandang di wilayah terdampak.

Khusus di Sumatera Selatan, operasi modifikasi cuaca terus dilaksanakan melalui kerja sama Kemenhut, BMKG, dan TNI sejak 16 Oktober 2026.

Meski demikian, Kemenhut mengingatkan bahwa keberadaan hotspot tidak otomatis berarti terjadi kebakaran di titik tersebut. Hotspot hanyalah indikasi adanya anomali suhu permukaan yang terdeteksi satelit.

Data tersebut diperoleh dari pemantauan satelit NASA Terra-Aqua, SNPP, dan NOAA-20. Karena itu seluruh temuan masih memerlukan verifikasi langsung di lapangan untuk memastikan adanya kejadian kebakaran.

BACA JUGA  Empat Kabupaten Jateng Dikepung Api

Di sisi lain, pemantauan kualitas udara menunjukkan sebagian besar wilayah Indonesia masih berada pada kategori baik hingga sedang. Namun sejumlah wilayah di Sumatera dan Kalimantan masih mengalami kualitas udara tidak sehat, sangat tidak sehat, bahkan berbahaya akibat dampak asap karhutla.

Pemerintah mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker, serta memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita gangguan pernapasan.

Lonjakan titik panas di Kalimantan Tengah menjadi sinyal bahwa ancaman karhutla belum berakhir. Di tengah penurunan angka nasional, wilayah-wilayah rawan tetap membutuhkan pengawasan ketat agar kebakaran tidak meluas dan memicu bencana asap yang lebih besar. (Kusuma/Mun)

TRENDING